Kamis, 26 Desember 2013

Yeah.. I am rotten at my kost room, doing nothing along of day off. Really want to go home..

Posted on Kamis, Desember 26, 2013 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 21 Desember 2013






Posted on Sabtu, Desember 21, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 15 Desember 2013

Angin, ya ini angin. Aku hampir bisa mencium wangi padang rumput yang berhembus tertiup angin. Rambutku memberontak tak beraturan karena hembusan angin yang begitu kencang, suara bising baling-baling si besi terbang sedikit mengganggu, tapi tidak merubah kenyamananku yang sedang menikmati angin di padang rumput ini. Sungguh indah.
Aku sedikit gugup, ini pertama kalinya aku melakukan penerbangan dengan helikopter. Tidak ingin melupakan momen pertama ini, aku sudah siap-siap membawa segala hal yang bisa menjadikan itu sebagai saksi bisu dan kenangan. Aku sudah menyiapkan kamera digital mini yang aku beli sendiri dengan uang saku ku, alih-alih saja aku dapat mengambil gambar unik nantinya.
Melayang, terbang si besi perkasa ini mulai terbang, hatiku berdegup semakin kencang, ini saatnya angin yang berhembus karena putaran baling-baling semakin tidak terasa, dan si besi perkasa semakin tinggi membumbung ke udara bersama dengan hatiku yang sedang membumbung hingga aku tak bisa di ungkapkan lagi kekaguman penerbanganku yang pertama ini. Bergegas aku menyiapkan kamera digital ku dan melihat-lihat ke sekitar untuk membuat saksi bisu untuk masa depanku kelak bahwa aku pernah benar-benar merasakan ada di udara. Terbang.. 
****
Gelap, tiba-tiba saja aku tersadar dalam gelap, perlahan aku membuka mata aku tidak mengenali tempat aku berpijak sekarang, aku merasakan sakit, ya.. itu sakit entah dari mana datangnya rasa sakit itu, aku menggerakkan tanganku yang agak kaku dengan sepenuh kuasa yang tersisa yang masih aku miliki, meraba paha ku yang terasa sakit, ohh.. ternyata itu benar-benar luka dan sakit, aku tersadar karena aku melihat darah mengecap pada telapak tanganku saat aku angkat tangan yang aku pakai untuk meraba tubuhku yang sakit ini.
"Dimana aku?" aku melihat ke sekitar, ini seperti hutan belantara yang tidak sama sekali aku kenal, "Oh, kepalaku sakit" aku hampir tidak ingat apa yang terjadi kepadaku, aku hanya mengingat bahwa ada masalah saat penerbangan helikopter yang aku tumpangi, helikopter itu hilang kendali dan tiba-tiba aku tersadar dalam keadaan yang seperti ini.
Aku berusaha bangkit dengan sekuat tenaga yang aku berharap mendapat bantuan dari orang sekitar sini, aku berjalan terhuyung-huyung seperti orang yang kehilangan kesadaran, dengan tertatih aku terus berjalan mengikuti jalan yang sedang aku lalui ini.
Beruntung, di ujung jalan aku menemukan jalan raya, dengan semangat tanpa memikirkan rasa sakit yang aku alami aku berjalan menuju tepian jalan raya itu, berharap ada orang yang akan melihatku iba dan mempersilahkan aku menumpang dan menuju kota terdekat.
Ahh.. itu suara mobil, aku sudah berdiri di tepian jalan sudah siap menunggu dan semoga ada orang yang berbaik hati dan mempersilahkan aku masuk mobil dan memberikan aku tumpangan. Mobil itu mendekat, aku bisa melihat jelas wajah sang pengemudi, sepertinya ia orang yang ramah dan semoga aku diizinkan ikut bersamanya.
Mobil itu semakin dekat, tapi bukannya iba sang pengemudi langsung tancap gas dan mengemudikan mobilnya dengan cepat saat mobil mendekatiku, aku melihat paras wajah pengemudi itu seperti ketakutan, entah apa yang membuatnya takut tapi aku yakin itu bukan aku. Agak kecewa memang, tapi aku tetap ingin menunggu.
SREK.. SREK..
Aku mendengar suara besi yang terseret di jalan raya dan itu tepat di belakangku. Aku merasa ada ancaman yang sedang mengintai, aku melihat ke belakang dan ternyata itu benar-benar ancaman. Aku melihat makhluk dengan jubah serba hitam dan memegang sabit besar, sabit itu sangat besar hingga saat ia berjalan ia harus menyeret-nyeret di tanah.
Aku sedikit terpaku seakan-akan aku tidak bisa bergerak, padahal aku berdiri dengan kaki yang bergetar sangat ketakutan, makhluk itu berpostur tinggi mungkin 2 meter dan ia tepat di hadapanku sekarang, ia menundukan sedikit badannya dan tangannya berusaha menggapai tubuhku yang kecil.
Tanpa pikir panjang aku berbalik badan dan berusaha lari dari jangkauannya, makhluk itu masih berdiri di tempatnya, dengan tertatih aku terus berlari menuju hutan kembali berusaha menjauh darinya. Sejenak makhluk itu melihatku lalu ia berjalan menuju arahku, aku merasakan aura kebencian yang tersirat dari sifatnya yang tenang. Walaupun aku melihat wajahnya yang datar tapi aku tetap merasa takut yang benar-benar mengancam.
Aku tetap berjalan dengan sekuat tenaga, berusaha menjauh darinya mengacuhkan rasa sakit yang aku alami. Ia tetap mengejarku tapi ia tetap tenang dan tidak memberikan ekspresi apapun itu, dengan begitu aku masih bisa berjalan lebih cepat dan mencari tempat persembunyian untuk menghindarinya.
Beberapa lama, aku tidak mendeteksi keberadaan si makhluk serba hitam itu, mungkin ia sudah menyerah dengan aku dan membiarkan keberadaanku. Sejenak aku menangis, aku meratapi pengalaman yang aku kira akan menjadi pengalaman yang paling tak bisa terlupakan dengan menaiki helikopter kini menjadi bencana.
Malam semakin larut, aku masih tersengguk dengan tangisku, aku masih tidak percaya kenapa bisa terjadi seperti ini. Di tengah renunganku aku melihat seorang laki-laki yang sudah tua membawa obor, dia melihatku dan sepertinya ia mengisaratkan kepadaku supaya aku mengikutinya. Aku berharap kakek ini akan berbaik hati dan mengizinkan aku menginap di rumahnya.
Tanpa melihat keadaanku yang susah untuk bergerak apalagi berjalan kakek itu mulai melanjutkan perjalanannya dan meninggalkanku, aku mengikutinya walau aku tertatih, kakek itu masih tetap berjalan dan aku masih tetap mengikutinya.
"Hei kek, bisakah kakek memperlambat jalan kakek, aku mengalami kesulitan untuk berjalan" kakek tetap berjalan tanpa menghiraukan permohonanku. Aku menghela nafas panjang, sepertinya sedikit kesal tapi tidak seperti orang-orang yang aku temui sebelumnya, mereka sangat aneh.

Pada akhirnya si kakek berhenti mungkin ia ingin menungguku, aku sangat gembira ternyata kakek ini sangat perhatian juga. Aku ingin sekali berterima kasih kepadanya karena sudah berhenti dan menungguku, aku berniat untuk menuturkan kata terima kasih saat aku sudah sudah dekat dengan.
"Kita sudah sampai" baru saja aku ingin berterima kasih tapi kakek itu sudah menyatakan perkataan dan membuat aku bingung.
"Tapi kita masih di hutan kek", aku masih bingung sebenarnya kakek ini ingin mengantarkan aku kemana, tiba-tiba kakek menggerakan tangannya dan menunjuka kepada sesuatu, ia menunjuk kepada kamera digital. Oh ya, itu kamera digital ku dengan segera aku mengambilnya.
Tapi saat aku ingin mengambilnya tiba-tiba aku terpaku, aku tak berdaya, kakiku terasa lemah dan sepertinya aku tidak punya kuasa lagi untuk berdiri, tiba-tiba aku terjatuh dengan bertopang lutut. Tiba-tiba air mataku menetes, aku melihat tubuh manusia yang terbujur kaku di tempat aku menemukan kamera digitalku, itu tubuhku..
"Sebenarnya aku siapa" aku masih tak kuasa dan tak percaya.
"Kau adalah dia", ujar kakek sambil menunjuk ke jasad yang terbujur kaku itu "Sadarlah!!"

Posted on Minggu, Desember 15, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 05 Desember 2013

I've already become half blind, I can only see the world in black and white..

Posted on Kamis, Desember 05, 2013 by Agung Permana

No comments

Senin, 11 November 2013

Namamu adalah aksara yang tak pernah terucap di ujung gelisah ku..
Namamu adalah keindahan pelangi di ujung rinai di sore itu..
Dan kenangan kita adalah keindahan senja di ujung lelah ku..

Posted on Senin, November 11, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 10 November 2013

Ternyata aku baru sadar, hidup itu tidak butuh nyawa..
Karena banyak orang yang ber"nyawa" tapi ia mati..

Posted on Minggu, November 10, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 07 November 2013

Entah apa yang terjadi akhir-akhir ini, tapi sepertinya memang berbeda. Berbeda seperti biasanya, kenapa bisa jadi seperti ini?!?! jangan tanya aku, karena aku pun tidak tahu penyebab semua keanehan yang aku rasa. Rasanya seperti bukan diriku sendiri. Dimana arwah ku? mungkin itu yang harusnya aku pikirkan, karena sepertinya aku bergerak tanpa ada arwah yang menempel pada tubuh ku.
Hampa, mungkin hampa, aku tidak merasakan sesuatu rasa apapun, mungkin itu senang yang diselimuti sedih, atau sedih yang selalu aku tutupi dengan kepalsuan paras senyum. Ya.. karena semua orang mudah ditipu dengan senyum, aku hanya tidak ingin terlihat sedih itu saja.
Atau aku harus memalsukan kematianku, lalu aku hidup dengan kehidupan yang baru. Atau kah aku harus benar-benar meninggalkan tubuhku yang sebenarnya tak bernyawa ini, wahai raga ku! dimana kau berada? Bodoh, sekali lagi itu bodoh.

Posted on Kamis, November 07, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 24 Oktober 2013

Kosong, pikiranku kosong, entah sedang melayang kemana, ataukah hanya kosong melompong tanpa ada setitik pikiran yang terbesit. Kau bilang itu aneh! menurutku itu hal yang biasa bagiku, orang bilang parasku seperti orang yang ketakutan, depresi atau seperti orang sedih, tapi itu hanya parasku saja, sebenarnya aku tidak sedang ketakutan, depresi atau sedih, hanya saja saat pikiranku kosong wajahku seolah-olah seperti orang yang sedang bersedih, dan malangnya akhir-akhir ini pikiranku sering kosong, tapi bukan berarti aku sedang bersedih.
****
Ya.. seperti inilah kehidupanku, dipenuhi dengan kebosanan, semua harus terikat dengan sekolah semua orang pergi ke sekolah hanya untuk mengisi waktu luang atau ingin bertemu teman, aku sudah bosan! aku bosan dengan kehidupanku yang hanya seperti ini, datar dan konstan tanpa ada gelombang yang memperindah hari-hariku.
Ini sudah 7 hari setelah kepindahanku ke sekolah baru di Yogyakarta, ayahku sering pindah tugas dari kantor, jadi ini sekolah yang ke tiga setelah aku masuk SMA, sebelumnya aku di Jakarta, lalu dua bulan kemudian aku pindah ke Bandung, dan sekarang aku di Yogyakarta.
Ini sudah 7 hari dari kepindahanku ke sekolah baru tapi seperti biasa aku belum punya satu orang pun teman, mungkin saja belum ada yang cocok denganku atau aku sendiri yang menjauh dari mereka, sepertinya memang aku saja yang tidak pandai bergaul. Tapi dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku ingin punya teman, teman yang menerima aku apa adanya.
"AKU INGIN PUNYA TEMAN"
****
TING.. TONG..
Huft.. akhirnya selesai juga pelajaran matematika ini waktunya istirahat. Aku punya tempat yang paling nyaman di sekolah, setiap kali istirahat aku tidak pernah absen ke tempat itu. Ya.. tempat itu adalah dibawah pohon dekat kantin sekolah, aku selalu ke sana karena biasanya di sana satu-satunya tempat yang sunyi dan tenang. Aku menghabiskan waktu istirahatku dengan membaca novel, aku punya banyak novel dirumah, dan biasanya aku bawa satu ke sekolah hanya ingin mengisi waktu luang saat istirahat.
Saat aku sedang asyik membaca novel, tiba-tiba saja pandanganku menuju suatu tempat tepat di atas bangku yang ada di bawah pohon di depanku, aku melihat sebuah boneka perempuan agak usang sepertinya sudah tua, atau sudah dibuang selama 3 hari, boneka itu sangat manis wajahnya seakan-akan tersenyum kepadaku, tanpa sadar aku membalas senyumannya dan tersenyum manis kepada boneka itu. Tunggu, apa aku sudah gila, aku tersenyum kepada boneka, ah.. sudahlah lima menit lagi pelajaran Fisika akan dimulai saatnya bergegas masuk kelas.
****
TING.. TONG.. TING.. TONG.. TING.. TONG..
Ah.. itu bel tanda sekolah usai, akhirnya aku pulang juga. Saat aku keluar kelas, aku melihat boneka perempuan itu sekarang ada di bangku depan kelasku "Kenapa ada di sini". Mungkin yang punya boneka ini meninggalkannya lagi, tadi meninggalkannya di bangku di bawah pohon dekat kantin, sekarang meninggalkannya di depan kelasku, ceroboh sekali.
Sebentar saja aku memperhatikan boneka itu, ternyata memang sedikit usang dan kotor, aku mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan boneka itu hingga benar-benar bersih. Aku melihat-lihat lagi boneka itu ternyata memang benar boneka itu dibuat tersenyum. Tanpa sadar aku berkata pada boneka itu "Terima kasih senyumannya." Lantas aku meninggalkan boneka itu di atas bangku depan sekolah, dan segera pulang ke rumah.
Saat perjalanan pulang ke rumah, aku melihat boneka itu lagi di depan rumah tepat di bawah pagar rumahku, "Aneh, ceroboh sekali yang punya boneka ini." aku mengambil boneka itu lalu kembali ke sekolah, mungkin pemiliknya akan mengambil boneka ini di sekolah besok. Untung saja sekolah belum tutup saat aku ke sana jadi aku menaruh boneka itu di depan kelasku tepat di atas bangku seperti aku temukan ia sebelumnya, saat aku melangkah pulang aku menoleh kepada boneka itu, boneka itu masih tersenyum seperti biasa, senyum yang manis.
****
Seperti biasa aku belajar malam ini untuk pelajaran esok, aku belajar di kamarku di kursi belajarku dengan lampu belajar yang menyorot ke buku Fisika, pelajaran favoritku.
KRING.. KRING..
Tiba-tiba saja suara ponselku memecah keheningan saat aku belajar, itu nomor tidak dikenal dari siapakah itu? aku membiarkan panggilan yang tidak dikenal itu, tapi panggilan itu terus saja berulang sampai empat kali, "Hm.. mungkin itu penting, jadi apa salahnya diangkat" dalam benakku.
"Halo ini siapa?" tanyaku.
"Aku Dini, ayo bermain denganku! aku ada di atas bangku depan kelasmu" tut.. tut.. panggilan terhenti. Dasar orang iseng! itukan tempat aku menaruh boneka, mungkin ada orang yang melihat aku menaruh boneka di sana lalu dengan seenaknya membodohiku dengan panggilan-panggilan telepon kaleng.
Tidak lama kemudian ponselku berbunyi lagi,
KRING.. KRING..
Ternyata dari nomor yang sama, "Halo ini siapa? apa maumu?"
"Aku Dini, ayo bermain denganku! aku ada di persimpangan dekat Indomaret (mini swalayan)." tut.. tut.. dasar orang iseng.
KRING.. KRING..
Nomor yang sama, "Halo i... " belum selesai aku menanyakan ia langsung menjawab.
"Aku Dini, ayo bermain denganku! aku ada di depan rumahmu." tut.. tut.. 
Aku penasaran dengan orang ini, lalu aku membuka jendela yang ada di depan kursi belajar, tapi aku tidak meliahat siapapun, semua sunyi dan tidak ada satupun orang yang lewat. Tanpa sadar bulu kudukku berdiri, aku merasa ketakutan pikiranku kacau entah kemana.
Tiba-tiba ponselku berbunyi lagi.
KRING.. KRING..
Dari nomor yang sama, ketakutan mengancamku. Aku menjawab panggilan itu dengan tangan yang bergetar, tanpa ditanya ia langsung bicara, "Aku Dini, ayo main denganku! aku ada di belakangmu"
Aku menoleh perlahan-lahan ke arah belakang sambil menahan nafas, dan ternyata memang tidak ada siapa-siapa, saat aku mulai lega atas ancaman ketakutan itu tiba-tiba ada suara yang memecah kelegaan itu menjadi ketakutan yang sangat.
"Hihihih.. salah bukan di situ, aku dibelakangmu" perasaan takut semakin menjadi, aku merasakan sesuatu yang datang di belakangku, aku berbalik dengan cepat sekarang, saat itu juga aku terkejut, nafasku tak karuan, aku melihat boneka yang aku temui di sekolah, ia tersenyum, tapi senyumnya tidak lagi manis, tapi menyeringai menebarkan rasa ancaman akan ketakutan.
"Ayo main denganku, kamu bilang ingin PUNYA TEMAN"

Posted on Kamis, Oktober 24, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 10 Oktober 2013

Hm, ternyata udah lama banget nggak nulis, saking lamanya aku pengen banget nulis. Hihihi.. Oh ya, By the way anyway busway (versi panjang dari BTW) aku pengen ngomongin sinyal nih, tapi kok sinyal ya. jangan salah mengartikan dulu nih, sinyal yang aku maksud adalah sinyal gelombang mikro seperti sinyal radio, sinyal ponsel dan lain-lain. Dan untuk memperjelas sinyal yang dimaksud adalah sinyal ponsel.
Lalu apa hubungannya sinyal sama orang, atau orang sama sinyal. Sebenarnya nggak terlalu berhubungan tapi kalau kita analogikan sinyal itu adalah ketertarikan seseorang atas sesuatu, maka sinyal dan orang akan berhubungan sekali.
Ya, itu dia yang aku maksud, layaknya ponsel yang mempunyai sinyal dan bisa berhubungan satu dengan yang lain, maka seseorang juga mempunyai sinyal dan bisa berhubungan dengan orang lain. Nah masalahnya, kenapa dalam kasus kehidupan seseorang, dia tidak bisa berhubungan dengan orang-orang tertentu, apa yang salah? apakah orang tersebut yang salah. Jangan salahkan orang lain jika ada orang yang tidak terlalu bisa bergabung dengan suatu kelompok, itu karena sinyalnya berbeda.
Lho kok sinyal..?
Ya jelas, sinyal seseorang yang membuat orang itu akan bermain dengan siapa, sinyal seseorang yang akan membuat seseorang itu jatuh cinta pada siapa, dan juga sinyal seseorang yang membuat seseorang itu membenci pada siapa.
Layaknya ponsel, ponsel akan mempunyai sinyal jika didalamnya diberi SIM Card, atau operator. Operator juga punya tarif-tarif tertentu, yang tentunya akan mengeluarkan biaya jika ingin berhubungan. Andaikan aku mempunyai ponsel dengan operator indosat lalu ingin berbicara lewat ponsel dengan teman dengan operator telkomsel, maka aku akan berfikir dua kali saat akan bicara, dan akan berbicara lewat ponsel jika keadaannya benar-benar penting.
Nah, dari sinilah kenapa orang mempunyai sinyal, sinyal disini diartikan sebagai ketertarikan seseorang pada sesuatu, jika ada seseorang tertarik dengan menulis, maka ia akan berteman dengan orang-orang yang suka menulis juga.
Maka dari itu orang pasti akan memilih siapa yang jadi temannya, itu karena mereka mempunyai ketertarikan yang sama.
Lalu bagaimana tanggapan kita akan sebuah statement ini "Jangan memilih-milih teman" apakah kita akan berfikir bahwa kita memilih-milih teman, jika kamu berfikir seperti itu, itu adalah pemikiran seseorang yang manusiawi, karena lazimnya seseorang akan memilih temannya secara tidak langsung.
Maka dari itu, teman sangatlah berharga, dikarenakan jika kita mempunyai teman dan kita tidak mempunyai ketertarikan yang berbeda akan lebih mengeluarkan pulsa untuk berbicara karena sinyal kita berbeda.
Tersenyumlah kepada setiap orang, karena kamu tidak tahu penderitaan yang ada di hatinya, mungkin saja kamu adalah obat bagi luka itu

Posted on Kamis, Oktober 10, 2013 by Agung Permana

No comments

Jumat, 06 September 2013

Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah

Posted on Jumat, September 06, 2013 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 24 Agustus 2013

Putriku tercinta dan seorang guru yang terhormat, Asma al-Berltaji. Aku tak ingin mengucapkan selama tinggal padamu. Aku ingin mengatakan, suatu saat nanti kita akan berjumpa lagi.

Kau telah hidup dengan kepala yang mendongak, memberontak terhadap tirani dan belenggu dan mencintai kebebasan. Kau telah hidup sebagai pencari ketenangan dari cakrawala baru untuk membangun negeri ini menjadi tempat yang tepat untuk masyarakat.

Kau tidak pernah menyibukkan dirimu dengan hal-hal yang menyibukkan orang-orang seusiamu. Walaupun pendidikan tradisional tidak mampu memenuhi aspirasi dan minatmu, kau selalu menjadi juara di kelas.

Aku tidak pernah mendapat cukup waktu berharga untuk bersamamu di kehidupan yang singkat ini. Terutama karena waktu yang aku miliki tidak memungkinkan bersama denganmu.
Terakhir kali kita duduk bersama di alun-alun Rabiah al Adawiyah, kau berkata Bahkan ketika bersama kami, kau selalu sibuk' dan aku katakan padamu 'Sepertinya hidup ini tidak akan pernah cukup untuk kita menemani satu sama lain, jadi aku berdoa pada Allah semoga kita akan selalu bersama di surga nanti.'

Dua hari sebelum kau dibunuh, aku melihatmu di mimpiku, mengenakan pakaian pengantin warna putih dan kau sangat cantik. Ketika kau dibaringkan di sisiku, aku bertanya "apakah ini malam pengantinmu?" Kau menjawab, "Ini siang hari, bukan malam".

Ketika berita kau dibunuh pada malam Rabu itu datang, aku mengerti apa maksudmu dalam mimpi itu dan aku tahu Allah telah menerima jiwamu sebagai seorang syahidah. Kau memperkuat keyakinanku bahwa kita berada pada kebenaran dan musuh kita di sisi yang salah.

Sangat menyakitkanku tidak bisa hadir mengucapkan perpisahan terakhir dan melihatmu untuk yang terakhir kalinya; tidak mencium keningmu; dan tidak mengimami shalat jenazahmu.

Aku bersumpah demi Allah, sayangku, aku tidak takut kehilangan nyawa atau di penjara dengan tidak adil, tapi aku ingin membawa pesan yang engkau rela mati karenanya, yaitu untuk menuntaskan revolusi, untuk menang, dan meraih tujuan.

Jiwamu dicabut dengan kepalamu mendongak tinggi melawan tirani. Peluru pengkhianat itu mengenai dadamu. Dengan niat yang tulus dan jiwa yang suci. Aku yakin kau jujur pada Allah dan Dia memilihmu di antara kami dan memuliakanmu dengan pengorbanan.

Akhirnya, putriku tercinta dan seorang guru yang terhormat:

****

Ini adalah surat dari ayah yang putrinya ditembak oleh penembak jitu militer mesir.

Posted on Sabtu, Agustus 24, 2013 by Agung Permana

No comments

Jumat, 09 Agustus 2013

Buka puasa bareng di pantai deket rumah..
Cuma ngambil gambar karangnya doang..

Posted on Jumat, Agustus 09, 2013 by Agung Permana

No comments

Selasa, 30 Juli 2013

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan,atau yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.

 Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalahMama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan.

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
 Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya. .
  
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya. “

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya.

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita. Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Posted on Selasa, Juli 30, 2013 by Agung Permana

No comments

Jumat, 26 Juli 2013



Dari blog temen, cerpen yang super pendek tapi ngena banget..

****

Seorang anak laki-laki menderita kanker & dia hanya punya satu bulan lagi untuk hidup.

Dia mencintai gadis yang bekerja di toko DVD, tapi ia tidak pernah mengatakan kepadanya tentang perasaannya itu..!
Setiap hari ia pergi ke toko DVD & membeli sebuah DVD hanya untuk melihat dia dan berbicara kepada gadis tersebut..

Setelah sebulan,kemudian, anak laki-laki itupun meninggal.

Suatu ketika gadis itu pergi ke rumah laki-laki itu & bertanya tentang dia, ibunya mengatakan bahwa ia telah meninggal dan mengantar gadis itu ke kamar anaknya.
Dia melihat semua DVD yang telah ia beli belum pernah dibuka sama sekali.
Gadis itupun menangis...

Dan akhirnya ia pun meninggal.

Alasan mengapa dia menangis adalah bahwa ia telah menyimpan surat cintanya sendiri di dalam kotak DVD tersebut. 
karena ia juga mencintainya.

Moral dari cerita: Jika kau mencintai seseorang, maka katakan kepadanya secara langsung! Jangan menunggu takdir untuk memainkan peran, hingga kau akan kehilangan orang itu...

****

Posted on Jumat, Juli 26, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 21 Juli 2013

Aku cemburu sama orang-orang yang berada di sekitarmu..
Aku cemburu kepada mereka yang setiap saat bisa bertemu denganmu tanpa terhalang jarak dan waktu..
Aku cemburu kepada mereka yang selalu bisa menikmati senyum indah dan tawa manismu..
Aku cemburu kepada mereka yang selalu bisa berkomunikasi langsung denganmu..
Katakan pada mereka aku cemburu..

Posted on Minggu, Juli 21, 2013 by Agung Permana

No comments

Jumat, 28 Juni 2013

Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu. 

Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.

Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada. 

*Tere Lije

Posted on Jumat, Juni 28, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 20 Juni 2013

Ketika kamu merasa kamu tak bahagia dengan hidupmu, ingatlah, bahwa ada seseorang yang bahagia hanya karena kamu ada.

Ketika kamu merasa kesepian, sadarilah bahwa ada seseorang yang berharap bangun setiap hari hanya untuk punya kesempatan melihatmu

Ketika kamu merasa sendiri dan tak ada yg peduli, ingatlah bahwa ada seseorang di luar sana yang begitu ingin memiliki hidup yang kamu jalani.

Ketika kamu merasa tak ada yang peduli denganmu. Bercerminlah, orang yang kamu lihat di sana, membutuhkanmu

Posted on Kamis, Juni 20, 2013 by Agung Permana

No comments

Selasa, 18 Juni 2013

Sungguh,, perahu tidak akan berlayar di tempat yang kering.. ia juga butuh tempat berlabuh untuk memperbaiki kerusakan saat berlayar..
Yahya bin Mu'adz

Posted on Selasa, Juni 18, 2013 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 15 Juni 2013

Kegagalan dalam hidup, dikarenakan orang-orang tidak sadar betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah
 (Thomas A Edisson)

Posted on Sabtu, Juni 15, 2013 by Agung Permana

No comments

Ahhh.... akhirnya,, bisa ngeblog lagi, bisa nulis-nulis lagi. Dari kemaren mau nullis di blog sendiri aja susah. Pasti harus ngurusin web organisasi dulu, huh. Padahal aku udah mau ngundurin diri dari bag.edukasi, habis orang yang otaknya pas-pasan kayakku gini disuruh jadi bag.edukasi.. Eh, eh.. udah mau ngundurin diri dipanggil PSDM disuruh jadi bag.HI (Hubungan Internasional), Uaaa... Nambah males sebenernya, udah mah disuruh ngurusin web, yo blogku aja nggak keurus toh, disuruh ngurus blog orang.
Ah sudahlah, yang penting sekarang aku udah bebas dari kerjaan. hoho.. Ya masa, mau UAS masih aja dikasih deadline. Ini semua gara-gara temenku yang di bag.PSDM, seenak jidad aja masukin orang ke sana kemari. yo mbok nannya dulu orangnya, mau ndak..!!
Ya,, susah sih kalau temen deket, apalagi temen dari satu daerah perantauan. Ya tapi tetep nggak boleh seenak jidad. heu..
Eh ya, ngomong-ngomong mau UAS yak. Aduh.. belum siap banget nih, udah mah di kostan itu temen-temen pada dateng mulu tiap malem. Baru aja shutdown lepi, tiba-tiba ada yang masuk, eh jadi dinyalain lagi tuh lepi. Kapan belajarnya bro..
Pokoknya udah lah,, nanti malem pintuku langsung tutupan. Trus aku tulis di depan pintu "awas agung galak..!!" haha.. lagian pada nggak paham..

Semangat..

Posted on Sabtu, Juni 15, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 30 Mei 2013

Wanita shalihah bukan buat diperebutkan,, tapi untuk diperjuangkan..

Posted on Kamis, Mei 30, 2013 by Agung Permana

No comments

Jumat, 10 Mei 2013

Melihat indahnya kota Jogja dari atas bukit bintang..

Posted on Jumat, Mei 10, 2013 by Agung Permana

No comments

Pasir putih yang hangat dan indah, ditambah dengan karang gagah yang kokoh.. subhanallah..

Posted on Jumat, Mei 10, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 05 Mei 2013

Layaknya judul di atas, sepertinya itu adalah kata yang terpendam yang tidak keluar dari mulutku. Itu menjadi kata yang ingin sekali aku keluarkan, ku luapkan, tapi apa daya tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutku.
Andai aku bisa luapkan itu semua, kekesalanku hari ini sudah tak bisa ku tahan, entah kenapa minggu ini memang minggu terberat dari hidupku. Hidupku yang sekarang bukanlah hidupku sebulan yang lalu, atau setahun yang lalu saat aku berada di Jogja.
Ku pastikan ketenanganku hari ini adalah harga mati, tidak boleh di ubah, tidak boleh di rusak bahkan tidak boleh ada yang mengganggu. Tapi buktinya,, tetap saja selalu ada yang mengganggu ketenanganku. Jika aku bisa pergi ke ujung dunia, dimana tidak ada orang di sekitarku, aku akan kesana dengan biaya sebesar apapun. Tapi itu hanyalah omong-kosong belaka, khayalan anak kecil yang ingusan.
Mungkin aku harus menjadi anak kecil yang ingusan itu supaya khayalku bisa tercapai, ya.. kau benar,, anak kecil tidak pernah memikirkan masalah. Ingin rasanya aku menjadi seperti dulu, seperti aku yang masih kecil dan tidak memikirkan masalah. Tak merasa terganggu dengan politik orang dewasa, dan masalah dunia yang fana. Aku ingin seperti itu.
Ya,, orang itu, rasanya aku ingin sekali berkata pada orang itu, 
"mau sampai kapan kau mengusik kehidupanku..??" 
"Mau sampai kapan kau merebut ketenanganku..??"

Posted on Minggu, Mei 05, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 25 April 2013

Aku terbangun dari tidur dengan teriak “Aku ingin keluar!”
Ayah masuk kamar, menghampiri dengan tanya “Apa yang kau bilang?”
“Aku ingin keluar, Yah,,”, jawabku.
Wajahnya sedih, pucat pasi. Ia pergi tanpa bertanya apa yang terjadi.

Apa yang terjadi? Mengapa Ayah begitu sedih mendengar itu? Aku tak mengerti. Aku benar-benar tak mengerti. Lagi pula ke luar ke mana? Inilah duniaku. Inilah tempat terindahku. Semuanya ada. Segala hal yang membuat aku tak harus mencari dunia lain.

Aku memang pernah mendengar, di luar sana ada dunia yang lebih menyenangkan tapi sekaligus lebih mengerikan. Di sana akan lebih banyak oksigen sekaligus bencana yang lebih besar. Ah lalu apa maksud mimpiku? Aku tidak mungkin pergi mencari jalan keluar yang belum tentu ada jalan keluarnya! Ah, ini hanya mimpi.

***

Aku tak bisa tinggal diam setelah kejadian itu. Mengapa aku harus digelisahkan oleh mimpi yang sangat tak penting?

Aku mencari ke berbagai informasi. Ku datangi perpustakaan, aku datangi orang-orang pintar. Rupanya mimpi ini tidak hanya sekedar mimpi. Setiap orang akan mendapatkan mimpi yang sama. Setiap orang akan mendapatkan kesempatan yang sama. Jalan ini memang ada. Namun, hanya sebagian saja yang dapat menemukannya dan berhasil menghilang tanpa diketahui, sebagai pertanda keberhasilannya.

Apakah aku harus mencari jalan itu? Jalan keluar menuju kebebasan? Meninggalkan tempat ini beserta isinya? Orang-orang tercinta,kehangatan, kenyamanan dan rasa aman? Apakah benar di sana lebih menyenangkan? Tapi di sana pun bisa lebih menyeramkan, itu yang aku khawatirkan.

Tapi aku tak harus takut. Wajar saja tempat itu lebih menyeramkan karena bisa sangat lebih menyenangkan. Akan ku anggap itu sebagai tantangan. Tantangan untuk bertahan hidup.

Aku harus temukan jalan itu. Aku harus bisa melewatinya. Bagaimana pun caranya.

Keesokan harinya aku semakin dikuatkan. Mimpi itu kembali datang. Aku keluar dari lubang hitam mendapati cahaya terang disambut kicauan burung yang saling bersahutan. Indahnya. Aku harus benar-benar mencari jalan itu. Aku harus persiapkan segala hal sebagai bekal.

Di perjalanan mencari keperluan, aku tak tahan menolak ajakan untuk melangkahkan kaki menuju hutan. Aku masuk dan mengikuti jalan setapak. Semakin jauh ku tinggalkan kampung halaman. Aku berjalan terus dan terus. Tiba-tiba aku melihat cahaya. Aku harus mengetahuinya lebih dekat.

Cahaya yang seolah hanya berjarak sepuluh meter membuatku terus tertipu. Setiap langkah cahaya itu seolah semakin dekat, membesar. Ketika aku kejar cahaya itu mengecil seperti semula. Ku langkahkan kembali, cahaya semakin membesar, setelah ku kejar, kecil kembali. Begitu terus berulang.

Aku sudah terlau jauh masuk ke hutan, meninggalkan tempat yang ramai dan aman. Aku tak bisa kembali. Jalan setapak yang ku ikuti sudah tidak membuntuti. Karena aku hanya mengikuti ke mana cahaya itu pergi.

Tiba di suatu tempat, aku mendapati cahaya terang yang berasal dari atas. Atas? Di mana aku sekarang? Kapan aku memasuki gua itu? Apa mungkin selama ini aku tinggal di tempat yang begitu kecil? Tinggal di tempat yang ku anggap dunia yang nyatanya begitu sempit? Konyolnya aku selama ini. Menganggap bahwa yang kini di belakangku adalah segalanya. Rupanya aku hanya tinggal ditempat yang begitu tak seberapa. Aku muak.

Rupanya rasa muak semakin menguatkanku. Di sana aku terlalu dimanjakan. Semakin hari aku semakin diberi sedikit kesempatan untuk belajar. Belajar bertahan hidup. Semakin hari di sana begitu semakin menyenangkan. Aku benar-benar harus keluar. Ayah pun pernah mendapatkan mimpi yang sama, namun ia lebih mencintai kenyamanan yang membosankan.

Konon, orang-orang yang mendapatkan mimpi itu akan dibimbing ke suatu tempat tanpa disadari oleh si pemimpi. Sehingga tak bisa persiapkan apapun selain kepercayaan dan keteguhan hati. Ya, di sinilah aku sekarang, di tempat itu. Tanpa persiapan. Menuju jalan ke luar.

Aku melihat ke atas, aku melihat warna biru yang tak biasa ku lihat. Itu langit yang sangat berbeda. Cahaya dan biru itu pun lebih terlihat nyata. Aku harus tau apa yang ada di luar sana. Aku benar-benar harus keluar. Menaikinya dan keluar menuju dunia yang lebih luas, meninggalkan kenyamanan yang sebenarnya hanyalah lubang hitam.

Sial! Selama ini aku benar-benar berada di dalam lubang hitam, lubang kegelapan dan inilah jalan keluarnya. Dinding kokoh berbentuk lingkaran penuh dengan lumut tebal, gagah mengelilingiku.

Aku harus segera mencapai puncak tapi aku tak bisa naik begitu saja. Tembok ini begitu tinggi. Licin dan berlendir. Begitu menyeramkan. Aku harus mencari tangga. Pasti ada tangga menuju ke atas. Tapi ah, tak ada tangga yang dapat mempermudah. Ini jalan buntu!

Aku jadi ingat akan cerita seseorang dengan mimpi dan keyakinan yang sama berusaha menaiki dinding ini tapi gagal. Ia harus mati - dengan luka disekujur tubuh - dipangkuan pamannya setelah menceritakan apa yang terjadi. Ia menaiki tembok tanpa tangga dan penyangga kemudian terjatuh setelah mencapai dua per tiganya kemudian menyerah.

Setiap orang yang memutuskan mencari jalan terang namun kemudian menyerah, akan alami hal serupa, mati. Mati tanpa penghormatan karena dianggap hanya manusia bodohlah yang ingin mengawali hidup baru yang tak tentu dengan bersusah payah menaiki tembok tanpa tangga dan penyangga.

Ya, aku melihat jejaknya yang berbekas, membuat sedikit lengkungan pada dinding tembok. Semoga aku bisa di mudahkan olehnya. Aku tak ingin mati tanpa penghormatan. Lebih baik aku hilang kemudian di kenang.

Kini, jalan keluar ada depan mata. Aku harus berhasil walau tanpa apa-apa. Mungkin ini yang dikhawatirkan Ayah tapi aku akan langkahkan kaki. Aku siap terjatuh, terluka dan terus mencoba.


****
aku suka cerpen ini,, ceritanya bikin orang berfikir, karena pesan moralnya bener-bener seperti dalam genangan kabut.
https://www.facebook.com/groups/KomunitasBisaMenulis/doc/516544735074089/

Posted on Kamis, April 25, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 11 April 2013

Allah S.W.T. hanya meminta sisa-sisa di dunia..

  1. Sholat = sisa waktu bekerja dan beraktivitas
  2. Sedekah = sisa uang jajan/kekayaan
  3. Puasa = sisa hari
  4. Mengaji = sisa facebook-an, twitter-an, baca novel dan baca komik
  5. Dzikir = sisa mengobrol dan membicaarakan dunia
apakah yang sisa itu masih kita tinggalkan..??

Posted on Kamis, April 11, 2013 by Agung Permana

No comments

Senin, 01 April 2013

Ini adalah tempat dimana aku menjadi panitia Level up 2..
hm,, spot yang bagus..

Posted on Senin, April 01, 2013 by Agung Permana

No comments

Selasa, 19 Maret 2013

"Tahukah kamu? Jarak dan perpisahanlah yang mendewasakan kita akan rindu. Betapa kehilangan itu menyakitkan dan mengajarkan berbagai kebaikan. Perbedaan-perbedaan diantara kita menjadi Sebuah Kebersamaan. Dan itulah momen kita paling terindah."
"Berapa banyak pun satuan jarak sebagai pemisah, cinta akan menemukan jalan untuk pulang".


http://momenkita.tumblr.com/

Posted on Selasa, Maret 19, 2013 by Agung Permana

No comments

Senin, 11 Maret 2013

Suatu ketika, aku berjalan di tempat yang entah dimana.. Tak sengaja aku melewati penjual bunga, lalu ia menawarkan bunga kepadaku dengan nada yang agak angkuh. "Hey, pemuda..!! apakah kau ingin membeli bunga (morning glory) ini. Ini adalah bunga yang paling indah". Sejenak aku berfikir, ada bunga yang paling indah dari bunga ini. Yaitu senyummu

Posted on Senin, Maret 11, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 10 Maret 2013

sebagian orang ada yang menyia-nyiakan orang yang menyayanginya,, sebagian orang ada yang menyia-nyiakan rasa sayangnya.. sebagian lagi ada yang rasa sayangnya disia-siakan orang..

Posted on Minggu, Maret 10, 2013 by Agung Permana

No comments

Selasa, 05 Maret 2013


Tip Menulis 3: Sudut Pandang 'Aku' atau 'Dia'
oleh Isa Alamsyah


Ketika menulis cerpen atau novel ada dua sudut pandang (point of view) yang paling lazim digunakan.
Pertama -aku (aku-an) atau -dia (dia-an = dia bisa juga nama)
Misalnya.
Aku berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya (Sudut pandang aku-an).
Lelaki itu berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya.(Sudut pandang dia-an).
Ryan berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya.(Sudut pandang dia-an).

Apa bedanya?Sama saja itu pilihan, tapi penggunaannya berbeda.
Ketika kita pakai aku-an maka imajinasi pengarang terbatas oleh keterbatasan aku.

Misalnya.
Kalimat 1
Aku berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya. Sudah ketiga kali gadis itu mengkhianati aku. Bahkan sebenarnya lebih dari itu, hanya saja aku tidak tahu.
Kalimat 2
Ryan berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya. Sudah ketiga kali gadis itu mengkhianati Ryan. Bahkan sebenarnya lebih dari itu, hanya saja Ryan tidak tahu.

Pada kalimat 1 ada pelanggaran sudut pandang. Kalimat ---Bahkan sebenarnya lebih dari itu, hanya saja aku tidak tahu--- ini tidak bisa dipakai karena tidak ada info darimana si aku tahu kalau lebih dari tiga kali. Informasinya bernilai 100% akurat padahal si aku tidak tahu. Aneh.
Pada kalimat 2 itu mungkin. ---Bahkan sebenarnya lebih dari itu, hanya saja Ryan tidak tahu --- karena kalimat itu adalah sudut pandang penulis (yang bertindak sebagai tuhan atas cerita). Jadi penulis tahu semuanya tidak ada batasannya.
Narasi itu jadi milik penulis bukan milik Ryan.

Ketika kita pakai dia-an, kita bisa baca pikiran hati semua orang yang ada dalam kisah, sedangkan kalau pakai aku kita hanya tahu suara hati sendiri.

Dengan segala keterbatasannya, kenapa banyak penulis pakai aku?Karena aku membuat pembaca seperti berperan dalam cerita.

Intinya dua-duanya bisa dipakai ada kelebihan dan kekurangan.
Tinggal bagaimana kita bisa memakainya. 

Posted on Selasa, Maret 05, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 03 Maret 2013

Hm,, hujan-hujan gini, memang enaknya blogging.. hoho.. Tapi bingung juga mau nulis apa..?!?! sebenarnya ini gara-gara dari tadi maen game nggak pernah menang. Mau ngelanjutin maen, takut kalah lagi. Mau baca komik Conan, masih be-te gara-gara maen game. Trus mau baca novel, bosen juga karena nggak punya novel baru. Akhirnya, yah.. gini nih. Nyampah di Blog sendiri..

Posted on Minggu, Maret 03, 2013 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 02 Maret 2013

Aku masih melihat ukiran sakit dalam hatiku sebagai seni yang indah..

Posted on Sabtu, Maret 02, 2013 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 23 Februari 2013

Ketika aku melihatnya..
Dan ia melihat ke belakang di hatiku..
Semua terasa tak cukup normal..
Karena aku merasa lebih kuat dan lebih lemah di saat yang sama..
Aku gembira, dan di saat yang sama aku sedih..
Dan aku tak tahu apa yang aku rasakan..
Kecuali aku tahu siapa diriku..
Seolah-olah aku bukan diriku..
Dan aku belum siap untuk itu..

Posted on Sabtu, Februari 23, 2013 by Agung Permana

No comments

Selasa, 19 Februari 2013


Roda-roda terus berputar
Tanda masih ada hidup
Karna dunia belum henti
Berputar melingkar searah

Terik embun sejuta sentuhan
Pahit mengajuk pelengkap
Seribu satu perasaan
Bergabung setangkup senada

Jurang curam berkeliaran
Tanda bahaya sana sini
Padang rumput lembut hijau
Itupun tiada tertampak

Sudah lahir sudah terlanjur
Mengapa harus menyesal
Hadapi dunia berani

Bukalah dadamu
Tantanglah dunia
Tanyakan salahmu wibawa

Bukalah dadamu
Tantanglah dunia
Tanyakan salahmu wibawa

Posted on Selasa, Februari 19, 2013 by Agung Permana

No comments

Senin, 18 Februari 2013



Sudah Seribu hari Ainun pindah ke dimensi dan keadaan berbeda. Lingkunganmu, kemampuanmu, dan kebutuhanmu pula berbeda. Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna dan abadi tak berbeda. Kita tetap manunggal, menyatu dan tak berbeda sepanjang masa.

Ragamu di Taman Pahlawan bersama Pahlawan bangsa lainnya. Jiwa, roh, bathin dan nuranimu menyatu denganku. Di mana ada Ainun ada Habibie, di mana ada Habibie ada Ainun. Tetap manunggal dan menyatu tak terpisahkan lagi sepanjang masa.

"Titipan Allah bibit cinta Ilahi pada tiap insan kehidupan di mana pun. Sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan dan kehendak-Mu Allah. Kami siram dengan kasih sayang, cinta, iman, taqwa dan budaya Kami, Yang murni, suci, sejati, sempurna dan sbadi sepanjang masa.

Allah, lindungi kami dari godaan, gangguan mencemari cinta kami. Perekat kami menyatu, manunggal jiwa, roh, bathin dan nurani kami. Di mana pun, dalam keadaan apa pun kami tetap tak terpisahkan lagi.

Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun ........... sampai akhirat !

Bacharuddin Jusuf Habibie
Jakarta, 15 Febuari 2013

Posted on Senin, Februari 18, 2013 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 16 Februari 2013

Sepertinya untuk beberapa hari ke depan, aku harus nonaktifkan akun jejaring sosial dulu. Bingung,, semua orang jadi salah faham gini.

Posted on Sabtu, Februari 16, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 14 Februari 2013

Hey,, apakah kamu melihat bulan saat ini..?? aku lihat ia tersenyum dengan mata yang berbinar bahwa kamu tidak ada di sampingku saat ini..

Posted on Kamis, Februari 14, 2013 by Agung Permana

No comments

Hari ini, hariku membuka mata..
Entah untuk ke berapa kali aku melakukannya..
Tapi aku rasa ini yang pertama..

Melihat indah terbitnya sang cahaya..
Garis cakrawala di tangan kiri fajar..
Dan berakhir dengan senja yang berkharisma..

Ku lihat semuanya..
Indah pikat cahaya..
Seperti melihat ukiran senyum pencipta..

Posted on Kamis, Februari 14, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 10 Februari 2013


“innallaha la yandzuru ila ajsamikum, wa la ila shuarikum, walakin yandzuru ila qulubikum”
Anak-anakku tercinta,
Hadits ini mengajarkan kita untuk memahami suatu nilai harga diri.
Rosulullah Muhammad selalu mengajak untuk menyelami diri kita ke pusat yang terdalam, yaitu hati. Menghiasi jasmani kita dengan pakaian yang baik, haruslah selaras dengan apa yang kita hiasi untuk hati kita.
-          Jadikan hatimu, hati yang sabar, yang siap menghadapi segala kesulitan.
-          Jadikan hatimu, hati yang besar, yang berani melampaui segala tantangan.
-          Jadikan hatimu, hati yang peka, yang selalu peduli terhadap sesame.
-          Jadikan hatimu, hati yang lembut, yang selalu menebar kasih.
-          Jadikan hatimu, hati yang berisi, dipenuhi dengan dzikir.
-          Jadikan hatimu, hati yang selalu bahagia, setiap saat mampu merasakan nikmat Allah dalam syukur, karena bahagia hanya dapat diukur dengan hati yang syukur.
Semoga kalian menjadi hamba-hamba Allah yang pandai mensyukuri hidup.
Pesan untuk anak-anakku, generasiku di masa depan.
Perkokohlah setiap langkahmu dengan keyakinan yang penuh tanpa ragu, bahwa Allah akan selalu akan selalu menyertai setiap perjuanganmu (Allahu Akbar)
Cintailah kedua orang tuamu, ciptakanlah kebahagiaan untuk hidup mereka, peluklah mereka di hatimu dalam setiap doa-doamu.
Tinggikan cita-citamu, dengan selalu menempatkan dirimu dalam kemulyaan.

Posted on Minggu, Februari 10, 2013 by Agung Permana

No comments


Anak-anakku tercinta,
Hidup itu adalah perjuangan, setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan, baik tenaga maupun pikiran, bahkan member semua itu demi kesuksesan yang berarti dan bermanfaat.
Kesuksesan yang berarti dan bermanfaat itu adalah kesuksesan yang membuat dirinya menjadi manusia idola/pilihan bagi Allah S.W.T. dan sesamanya. Karena ia memiliki ilmu yang …(kata-kata hilang), akhlak yang luhur, bekerja dengan ikhlas dan istiqomah, dan berorientasi hidup kepada “IBADAH” patuh menjadikan kalimat Allah di muka bumi.
Anak-anakku tercinta,
Kamu adalah harapan bagi orang tuamu, kiyaimu, guru-gurumu dan masyarakat, maka berbuatlah baik dan terpuji, maka berbuatlah yang terbaik dan terpuji. Jangan biarkan dirimu dengan kebodohan dan kemiskinan, karena pada hakekatnya kamu adalah manusia terpelajar, terdidik, terbina dan berwawasan. Maka tumbuhlah, bergeraklah, dan berkembanglah kamu, itulah yang membuat kamu hidup selamanya.
Anak-anakku tercinta,
Bersabarlah disaat kamu berduka, bersyukurlah disaat kamu bahagia, maka kamu akan selalu rendah hati, tetapi orang lain memandangmu sebagai orang besar karena kamu memiliki JIWA.
Abukum Al-Fakir 
K.H. Anang Azhari Ali

Posted on Minggu, Februari 10, 2013 by Agung Permana

No comments