Layaknya judul di atas, sepertinya itu adalah kata yang terpendam yang tidak keluar dari mulutku. Itu menjadi kata yang ingin sekali aku keluarkan, ku luapkan, tapi apa daya tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutku.
Andai aku bisa luapkan itu semua, kekesalanku hari ini sudah tak bisa ku tahan, entah kenapa minggu ini memang minggu terberat dari hidupku. Hidupku yang sekarang bukanlah hidupku sebulan yang lalu, atau setahun yang lalu saat aku berada di Jogja.
Ku pastikan ketenanganku hari ini adalah harga mati, tidak boleh di ubah, tidak boleh di rusak bahkan tidak boleh ada yang mengganggu. Tapi buktinya,, tetap saja selalu ada yang mengganggu ketenanganku. Jika aku bisa pergi ke ujung dunia, dimana tidak ada orang di sekitarku, aku akan kesana dengan biaya sebesar apapun. Tapi itu hanyalah omong-kosong belaka, khayalan anak kecil yang ingusan.
Mungkin aku harus menjadi anak kecil yang ingusan itu supaya khayalku bisa tercapai, ya.. kau benar,, anak kecil tidak pernah memikirkan masalah. Ingin rasanya aku menjadi seperti dulu, seperti aku yang masih kecil dan tidak memikirkan masalah. Tak merasa terganggu dengan politik orang dewasa, dan masalah dunia yang fana. Aku ingin seperti itu.
Ya,, orang itu, rasanya aku ingin sekali berkata pada orang itu,
"mau sampai kapan kau mengusik kehidupanku..??"
"Mau sampai kapan kau merebut ketenanganku..??"
Minggu, 05 Mei 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
"teman yang baik tidak akan membiarkan temannya berbuat bodoh,, sendiri..!!"
Temanku

Salah satu admin fan page https://www.facebook.com/Aku.Nuraniku/
0 komentar:
Posting Komentar