Hm, ternyata udah lama banget nggak nulis, saking lamanya aku pengen banget nulis. Hihihi.. Oh ya, By the way anyway busway (versi panjang dari BTW) aku pengen ngomongin sinyal nih, tapi kok sinyal ya. jangan salah mengartikan dulu nih, sinyal yang aku maksud adalah sinyal gelombang mikro seperti sinyal radio, sinyal ponsel dan lain-lain. Dan untuk memperjelas sinyal yang dimaksud adalah sinyal ponsel.
Lalu apa hubungannya sinyal sama orang, atau orang sama sinyal. Sebenarnya nggak terlalu berhubungan tapi kalau kita analogikan sinyal itu adalah ketertarikan seseorang atas sesuatu, maka sinyal dan orang akan berhubungan sekali.
Ya, itu dia yang aku maksud, layaknya ponsel yang mempunyai sinyal dan bisa berhubungan satu dengan yang lain, maka seseorang juga mempunyai sinyal dan bisa berhubungan dengan orang lain. Nah masalahnya, kenapa dalam kasus kehidupan seseorang, dia tidak bisa berhubungan dengan orang-orang tertentu, apa yang salah? apakah orang tersebut yang salah. Jangan salahkan orang lain jika ada orang yang tidak terlalu bisa bergabung dengan suatu kelompok, itu karena sinyalnya berbeda.
Lho kok sinyal..?
Ya jelas, sinyal seseorang yang membuat orang itu akan bermain dengan siapa, sinyal seseorang yang akan membuat seseorang itu jatuh cinta pada siapa, dan juga sinyal seseorang yang membuat seseorang itu membenci pada siapa.
Layaknya ponsel, ponsel akan mempunyai sinyal jika didalamnya diberi SIM Card, atau operator. Operator juga punya tarif-tarif tertentu, yang tentunya akan mengeluarkan biaya jika ingin berhubungan. Andaikan aku mempunyai ponsel dengan operator indosat lalu ingin berbicara lewat ponsel dengan teman dengan operator telkomsel, maka aku akan berfikir dua kali saat akan bicara, dan akan berbicara lewat ponsel jika keadaannya benar-benar penting.
Nah, dari sinilah kenapa orang mempunyai sinyal, sinyal disini diartikan sebagai ketertarikan seseorang pada sesuatu, jika ada seseorang tertarik dengan menulis, maka ia akan berteman dengan orang-orang yang suka menulis juga.
Maka dari itu orang pasti akan memilih siapa yang jadi temannya, itu karena mereka mempunyai ketertarikan yang sama.
Lalu bagaimana tanggapan kita akan sebuah statement ini "Jangan memilih-milih teman" apakah kita akan berfikir bahwa kita memilih-milih teman, jika kamu berfikir seperti itu, itu adalah pemikiran seseorang yang manusiawi, karena lazimnya seseorang akan memilih temannya secara tidak langsung.
Maka dari itu, teman sangatlah berharga, dikarenakan jika kita mempunyai teman dan kita tidak mempunyai ketertarikan yang berbeda akan lebih mengeluarkan pulsa untuk berbicara karena sinyal kita berbeda.
Tersenyumlah kepada setiap orang, karena kamu tidak tahu penderitaan yang ada di hatinya, mungkin saja kamu adalah obat bagi luka itu