****
Ya.. seperti inilah kehidupanku, dipenuhi dengan kebosanan, semua harus terikat dengan sekolah semua orang pergi ke sekolah hanya untuk mengisi waktu luang atau ingin bertemu teman, aku sudah bosan! aku bosan dengan kehidupanku yang hanya seperti ini, datar dan konstan tanpa ada gelombang yang memperindah hari-hariku.
Ini sudah 7 hari setelah kepindahanku ke sekolah baru di Yogyakarta, ayahku sering pindah tugas dari kantor, jadi ini sekolah yang ke tiga setelah aku masuk SMA, sebelumnya aku di Jakarta, lalu dua bulan kemudian aku pindah ke Bandung, dan sekarang aku di Yogyakarta.
Ini sudah 7 hari dari kepindahanku ke sekolah baru tapi seperti biasa aku belum punya satu orang pun teman, mungkin saja belum ada yang cocok denganku atau aku sendiri yang menjauh dari mereka, sepertinya memang aku saja yang tidak pandai bergaul. Tapi dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku ingin punya teman, teman yang menerima aku apa adanya.
"AKU INGIN PUNYA TEMAN"
****
TING.. TONG..
Huft.. akhirnya selesai juga pelajaran matematika ini waktunya istirahat. Aku punya tempat yang paling nyaman di sekolah, setiap kali istirahat aku tidak pernah absen ke tempat itu. Ya.. tempat itu adalah dibawah pohon dekat kantin sekolah, aku selalu ke sana karena biasanya di sana satu-satunya tempat yang sunyi dan tenang. Aku menghabiskan waktu istirahatku dengan membaca novel, aku punya banyak novel dirumah, dan biasanya aku bawa satu ke sekolah hanya ingin mengisi waktu luang saat istirahat.
Saat aku sedang asyik membaca novel, tiba-tiba saja pandanganku menuju suatu tempat tepat di atas bangku yang ada di bawah pohon di depanku, aku melihat sebuah boneka perempuan agak usang sepertinya sudah tua, atau sudah dibuang selama 3 hari, boneka itu sangat manis wajahnya seakan-akan tersenyum kepadaku, tanpa sadar aku membalas senyumannya dan tersenyum manis kepada boneka itu. Tunggu, apa aku sudah gila, aku tersenyum kepada boneka, ah.. sudahlah lima menit lagi pelajaran Fisika akan dimulai saatnya bergegas masuk kelas.
****
TING.. TONG.. TING.. TONG.. TING.. TONG..
Ah.. itu bel tanda sekolah usai, akhirnya aku pulang juga. Saat aku keluar kelas, aku melihat boneka perempuan itu sekarang ada di bangku depan kelasku "Kenapa ada di sini". Mungkin yang punya boneka ini meninggalkannya lagi, tadi meninggalkannya di bangku di bawah pohon dekat kantin, sekarang meninggalkannya di depan kelasku, ceroboh sekali.
Sebentar saja aku memperhatikan boneka itu, ternyata memang sedikit usang dan kotor, aku mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan boneka itu hingga benar-benar bersih. Aku melihat-lihat lagi boneka itu ternyata memang benar boneka itu dibuat tersenyum. Tanpa sadar aku berkata pada boneka itu "Terima kasih senyumannya." Lantas aku meninggalkan boneka itu di atas bangku depan sekolah, dan segera pulang ke rumah.
Saat perjalanan pulang ke rumah, aku melihat boneka itu lagi di depan rumah tepat di bawah pagar rumahku, "Aneh, ceroboh sekali yang punya boneka ini." aku mengambil boneka itu lalu kembali ke sekolah, mungkin pemiliknya akan mengambil boneka ini di sekolah besok. Untung saja sekolah belum tutup saat aku ke sana jadi aku menaruh boneka itu di depan kelasku tepat di atas bangku seperti aku temukan ia sebelumnya, saat aku melangkah pulang aku menoleh kepada boneka itu, boneka itu masih tersenyum seperti biasa, senyum yang manis.
****
Seperti biasa aku belajar malam ini untuk pelajaran esok, aku belajar di kamarku di kursi belajarku dengan lampu belajar yang menyorot ke buku Fisika, pelajaran favoritku.
KRING.. KRING..
Tiba-tiba saja suara ponselku memecah keheningan saat aku belajar, itu nomor tidak dikenal dari siapakah itu? aku membiarkan panggilan yang tidak dikenal itu, tapi panggilan itu terus saja berulang sampai empat kali, "Hm.. mungkin itu penting, jadi apa salahnya diangkat" dalam benakku.
"Halo ini siapa?" tanyaku.
"Aku Dini, ayo bermain denganku! aku ada di atas bangku depan kelasmu" tut.. tut.. panggilan terhenti. Dasar orang iseng! itukan tempat aku menaruh boneka, mungkin ada orang yang melihat aku menaruh boneka di sana lalu dengan seenaknya membodohiku dengan panggilan-panggilan telepon kaleng.
Tidak lama kemudian ponselku berbunyi lagi,
KRING.. KRING..
Ternyata dari nomor yang sama, "Halo ini siapa? apa maumu?"
"Aku Dini, ayo bermain denganku! aku ada di persimpangan dekat Indomaret (mini swalayan)." tut.. tut.. dasar orang iseng.
KRING.. KRING..
Nomor yang sama, "Halo i... " belum selesai aku menanyakan ia langsung menjawab.
"Aku Dini, ayo bermain denganku! aku ada di depan rumahmu." tut.. tut..
Aku penasaran dengan orang ini, lalu aku membuka jendela yang ada di depan kursi belajar, tapi aku tidak meliahat siapapun, semua sunyi dan tidak ada satupun orang yang lewat. Tanpa sadar bulu kudukku berdiri, aku merasa ketakutan pikiranku kacau entah kemana.
Tiba-tiba ponselku berbunyi lagi.
KRING.. KRING..
Dari nomor yang sama, ketakutan mengancamku. Aku menjawab panggilan itu dengan tangan yang bergetar, tanpa ditanya ia langsung bicara, "Aku Dini, ayo main denganku! aku ada di belakangmu"
Aku menoleh perlahan-lahan ke arah belakang sambil menahan nafas, dan ternyata memang tidak ada siapa-siapa, saat aku mulai lega atas ancaman ketakutan itu tiba-tiba ada suara yang memecah kelegaan itu menjadi ketakutan yang sangat.
"Hihihih.. salah bukan di situ, aku dibelakangmu" perasaan takut semakin menjadi, aku merasakan sesuatu yang datang di belakangku, aku berbalik dengan cepat sekarang, saat itu juga aku terkejut, nafasku tak karuan, aku melihat boneka yang aku temui di sekolah, ia tersenyum, tapi senyumnya tidak lagi manis, tapi menyeringai menebarkan rasa ancaman akan ketakutan.
"Ayo main denganku, kamu bilang ingin PUNYA TEMAN"

0 komentar:
Posting Komentar