Hampa, mungkin hampa, aku tidak merasakan sesuatu rasa apapun, mungkin itu senang yang diselimuti sedih, atau sedih yang selalu aku tutupi dengan kepalsuan paras senyum. Ya.. karena semua orang mudah ditipu dengan senyum, aku hanya tidak ingin terlihat sedih itu saja.
Atau aku harus memalsukan kematianku, lalu aku hidup dengan kehidupan yang baru. Atau kah aku harus benar-benar meninggalkan tubuhku yang sebenarnya tak bernyawa ini, wahai raga ku! dimana kau berada? Bodoh, sekali lagi itu bodoh.

0 komentar:
Posting Komentar