Rabu, 26 Desember 2012

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu ...
...
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya ...

Dan kematian adalah sesuatu yang pasti ...
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu ...

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat ...

Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi ...

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang ...

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang ...

Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada ...

Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini ...

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang ...
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik ...

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini ...

Selamat jalan ...
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya ...

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada ...

selamat jalan sayang ...
cahaya mataku, penyejuk jiwaku ...

selamat jalan ...
calon bidadari surgaku ...

***Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh dan akhlak yg mulia, akan senantiasa bersemi, tak lekang karena sinar matahari dan tak luntur karena hujan dan tak akan putus karena walaupun ajal menjemput...
 

Posted on Rabu, Desember 26, 2012 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 22 Desember 2012

Aqidah tetap tidak boleh dipermainkan.. walau bagaimanapun..

Posted on Sabtu, Desember 22, 2012 by Agung Permana

No comments

Kamis, 20 Desember 2012

Hm,, agak bingung mau mulai cerpennya dari mana?!?! tapi kayaknya biar nggak bosan aku mau ganti sudut pandang ceritanya, habis dari kemarin sudut pandangnya orang pertama mulu, "aku" lagi "aku" lagi.. mulainya kapan ya..?!?! Hm.. sekarang aja deh, abis paragraf ini. haha..

*****

Pada zaman dahulu kala..!! haha.. basi, ganti lah. Suatu hari pada zaman dulu.. kok kayanya sama aja ya..?!?! Argh,, langsung aja ceritanya. Gitu aja kok repot..!! hihi..
Seorang sultan sedang berjalan-jalan di sebuah desa dekat keratonnya, ia ingin sekali jalan-jalan melihat keadaan rakyatnya yang ia pimpin. Hal ini rutin dilakukan sultan tiap dua minggu sekali, lagi pula dengan cara ini sultan bisa melihat langsung keadaan rakyatnya dan bisa menyelesaikan solusi dengan cepat.
Sultan sangat gembira sekali, ia di sambut dengan sopan dengan rakyat-rakyatnya, itu terlihat dari rakyat-rakyatnya yang ia temui di setiap jalan, saat bertemu di jalan ada rakyat yang sedang melakukan aktifitasnya, saat melihat sultan lewat, serentak mereka berhenti dari aktifitasnya lalu tersenyum sambil  memuji sultan yang sangat bijak itu.
Suatu ketika, sultan melihat seorang kakek yang sangat tua, sedang menanam pohon kelapa, sejenak sultan berfikir kenapa di hari tuanya si kakek menanam pohon kelapa, apakah tidak ada anaknya atau cucunya yang membantunya, jika dilihat dari fisik sang kakek sepertinya ia benar-benar sudah tua dan tidak bisa melakukannya sendiri.
Sultan pun mendekati kakek itu, "Wahai kakek, mengapa engkau menanam pohon kelapa di waktu tuamu padahal engkau tahu pohon kelapa lama sekali tumbuh, dan engkau tidak akan mendapatkan hasil dari apa yang kau tanam..??" tanya sang sultan.
"Wahai sultanku, sebenarnya apa yang kita makan ini adalah hasil tanam dari orang sebelum kita." Jawab sang kakek sambil mengeluarkan apel dari bajunya lalu melanjutkan berbicara "Maka kita menanam sekarang untuk orang sesudah kita"
Sang sultan teekejut mendengar pernyataan sang kakek, ia selalu makan dan tidak mengetahui darimana asal semua makanan yang ia makan. Lalu sang sultan berfikir untuk memberi sang kakek imbalan atas apa yang ia lakukan. Langsung saja sang sultan memerintahkan patih yang mengawalnya untuk memberikan satu keping emas.
"Patih..!! berikan sang kakek yang bijak ini sekeping emas" perintah sultan.

"Baik sultan" diberikanlah keping emas itu kepada sang kakek.
Bukannya senang sang kakek bingung lalu bertanya kepada sultan. "Wahai sultan kenapa engkau memberiku uang sebesar hasil panen padahal pohon ini belum saatnya panen, bahkan belum tumbuh."
"Benar juga" sang sultan mengelus-elus dagunya memikirkan perkataan sang kakek. "Patih..!! berikan sang kakek ini sekeping emas lagi."
"Baik sultan." diberikanlah sekeping emas lagi kepada sang kakek.
Sang kakek bertambah bingung. "Wahai sultan, kenapa engkau memberikanku uang panen dua kali, padahal engkau tahu bahwa pohon kelapa ini hanya panen sekali dalam setahun."
"Benar juga." sang sultan membenarkan kata-kata sang kakek. "patih..!! berikan sang kakek ini satu keping emas lagi." perintah sultan.
"Baik sultan." patih pun memberikan satu keping emas lagi.
Sejenak patih bingung lalu berbisik kepada sultan. "Wahai sultan, sebaiknya kita pergi dari tempat ini sebelum emas kita habis"
"Benar juga, saya pun ikut bingung"
"Sultan terlalu baik." timpal sang patih.
Akhirnya sultan pun beranjak dari tempat itu dalam keadaan bingung, karena patih ikut dengan raja, ia pun ikut bingung, dan sang kakek yang tambah bingung yang sebenarnya ingin mengutarakan beberapa pertanyaan lagi, dan penulispun bingung ingin menulis apa lagi. Hm....

****


Ya itulah, cerita pendek pada kesempatan kali ini, semoga teman-teman tidak ikut bingung membacanya. haha..

Pada akhirnya ada yang harus diambil dari cerita ini, bahwa:
apa yang kita makan ini adalah hasil tanam dari orang sebelum kita, Maka sebaiknya kita menanam sekarang untuk orang sesudah kita.
Selesai ah, daripada nambah bingung.......................

Posted on Kamis, Desember 20, 2012 by Agung Permana

No comments

Minggu, 16 Desember 2012

Ini adalah salah satu dari pengalamanku, mungkin aku sebut ini adalah pengalaman indah, maksudku tidak begitu indah, ya,, agak buruk mungkin, bisa aku artikan setengah baik setengah buruk, atau.. kau bisa artikan sendiri, penglaman apa yang aku rasakan ini, baik atau buruk.

****

Berawal dari motor baruku, maksudnya motor yang lama yang baru aku pakai, ya,, gampangnya aku yang kuliah kuliah di Jogja ini baru saja dikirimi motor. Hm,, repot amat Cuma menjelaskan kalau aku baru dikirimi motor dari orang tuaku.
Sebelumnya aku memakai sepeda yang biasanya ku sebut dengan sepeda yang ikut perang, haha.. itu karena sepeda itu adalah sepeda yang paling tua yang pernah aku pakai, ya.. itu adalah sepeda warisan dari adik kakekku, atau biasa aku sebut mbah cilik. Dengar-dengar sepedaku yang sering aku pakai itu ada pada tahun 70-an. Lalu apa hubungannya dengan sepeda yang ikut perang..?!?! orang bilang itu sepeda yang ada pada tahun 70-an tapi aku sebut sepeda yang ikut perang, haha. Padahalkan di tahun 70-an Indonesia udah bebas dari perang.
Hm,, ko jadi ngomongin sepeda ya, padahal cerpen ini prolognya “berawal dari motor baruku”?!?! Ya udah langsung aja lah ke ceritanya….

****

Hari itu hari sabtu, ya.. hari yang sangat membosankan. Harus duduk di ruang kelas padahal aku sendiri tidak ada jadwal kuliah, hari sabtu dan hari minggu libur bro.. tapi kenapa aku harus repot-repot duduk seperti layaknya orang kuliah.
Ya sudahlah, itu bukan hal yang penting, dipikir-pikir ada baiknya juga. Daripada diem di kostan nggak ada kerjaan, mau main game baru baru ingat semua gameku sudah aku hapus. Menyedihkan.. padahal cuma karena masalah kecil aku sudah ngambeknya sampe ngapus semua game. Tapi tetap lebih baik, daripada aku hapus semua e-book fisika. hahaha…
Tapi tiba-tiba ponselku berbunyi, ternyata aku mendapat sms pemberitahuan dari agen jasa pengiriman barang. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil motorku yang ada di agen jasa pengiriman, akhirnya.. aku punya motor.

****

Singkat cerita sekarang hari minggu, seperti hari minggu yang biasa aku lakukan setiap harinya, tanpa kerjaan sama sekali. Mau olah raga males, mau nonton TV.. kayanya pikir-pikir dulu,, acara TV sekarang nggak berbobot, kalau tidak lagu, pasti sinetron.
Di tengah acara TV nggak jelas, tiba-tiba temanku datang, dia adalah agus, teman dari satu daerah, Cilegon.
“Wui gung.. liburan di kostan aja, keluar kemana ke..!!” si agus ngeloyor masuk ke dalam, memang agak kurang sopan, tapi ya begitulah ia.
“Tumben main, pasti ada apa-apanya ni?” aku langsung menginterogasinya.
“Haha.. tahu aja lu gung” logat betawinya si agus muncul “Begini gung, pacar gue kan ulang tahun ni besok, lu bikinin gue lukisan foto pacar gue dong.”
Aku nggak yakin dia cuma minta bikinin gambar, pasti ada yang lain, kedatangan temenku ini pasti aja ada maunya, kalau disuruh main ke kostan pasti ogah-ogahan. Tapi kalau ada maunya nggak usah di undang, pasti udah datang sendiri.
Karena aku sedang nggak mood ngegambar, akhirnya hanya ku buatkan kartu ucapan selamat ulang tahun aja. Lagi pula siapanya aku, bukan pacarku atau siapa itu.
Tapi setelah itu aku ikut ke kostannya agus, karena ia baru saja pndah kostan, sekalian juga main ke kostan agus, daripada diem di kostan sendiri cuma nonton TV yang nggak karuan acara apa yang aku tonton. Sekalian nyobain jalan-jalan naik motor yang baru dikirim juga. Haha..

****

sekarang jam 5 petang, saatnya pamit ke tuan rumah, langsung saja tanpa pikir panjang aku langsung pergi dari kostannya si agus. Dari sinilah masalahnya, ternyata setahun lebih aku di Jogja, route hidupku hanyalah kostan dan kampus.
Padahal tadi aku yakin jalan pulang ke kostanku, sedari tadi aku mengikuti di belakang motor si agus, masa sekarang sudah lupa lagi. Aku mencoba mengingat-ingat jalan yang tadi aku lalui, mungkin ke kanan atau ke kiri mungkin saja lurus. Argh,, aku tersesat.
Sekarang sudah jam 6 petang, aku nggak tahu harus kemana lagi, sejenak terbesit dalam pikiranku untuk balik lagi ke kostannya agus, dan menyuruh untuk memberitahuku jalan, aku ingat habis ini belok ke kanan.
Tapi tiba-tiba da kejadian yang memompa denyut jantungku, membelalak, dan hampir saja aku tersungkur bersama motorku di tengah lampu lalulintas. Spontan aku teriak ke arah belakang "woi,, kalau belok hati-hati." terlihat sebuah mobil hitam mewah bermerek Grand Livina, aku langsung menepi dan tidak jadi belok kanan, sepertinya spakbor belakang ancur gara-gara si pengendara Grand Livina yang sembrono, Hah.. sial tu orang.
Saat aku menepi untuk mengecek spakbor belakang, tiba-tiba ada mobil berhenti di depanku. Itu si pengendara Grand Livina, mungkin ingin meminta maaf atau apa. Tapi sejenak aku berfikir, pintu depan sebelah kiri terbuka, lalu keluar orang besar yang besarnya lebih besar daripadaku. Sial.. ada yang nggak beres ni.
Aku langsung tancap gas, si orang besar meneriakiku entah apa yang ia ucapkan, yang ada di pikiranku sekarang hanyalah ingin pulang. Sudah satu jam aku berkeliaran di jalan tanpa tahu jalan pulang.
Ternyata aku tidak sendiri, entah apa yang aku perbuat. Sepertinya hari ini hari yang sial, aku ditemani si pengendara Grand Livina. Ia mengekoriku sepertinya ia geram, aku dibuntuti hingga berada di jalan kecil untuk pengendara motor. Gila ni orang, niat sekali ingin mengejar. Tapi ada keuntungan yang dapat aku ambil, mobil itu tidak akan muat jika aku menyalip banyak motor, dan untungnya di depanku banyak sekali motor yang tak jelas di jalan kecil untuk pengendara motor itu sehingga membentuk sebuah labirin kecil berbentuk zigzag, hingga sebelum aku memasuki labirin motor itu si pengendara Grand Livina masih saja mengejarku.
Akhirnya aku menghilang dari si pengendara Grand Livina. Dan tebak apa yang aku temukan di ujung jalan, itu adalah perempatan kentungan dekat kostanku, dan untungnya lagi lampu lalulintas sedang menyala hijau. Aku bisa makin jauh dari si Pengendara sialan itu.


****


Akhirnya sampai juga di kostan, setelah sembahyang petang aku langsung berebah, rasanya kejadian hari ini membuatku lemas dan ingin sekali melupakannya, memang hari yang sial.

Tapi aku berfikir mencoba mengambil sisi positif dari kejadian hari ini, tadi aku kalap kehilangan jalan pulang, dan hampir saja aku menghilang di jalanan dan entah kemana nanti aku, trus tiba-tiba aku tertabrak dari belakang, dan bertemu si pengendara Grand Livina yan sialan, dan akhirnya menemukan jalan pulang.
Sejenak aku berfikir, jika aku tidak tertabrak oleng prngrndara yang aku sebut pengendara sialan itu mungkin aku tidak bisa pulang sekarang. Hm.. benar juga ya, mungkin inilah suatu pelajaran baru untukku, bahwa tidak semua jalan yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa langsung semulus jalan yang akan diberi, tapi sejelek apapun itu, tetap di ujung jalan pasti akan ada jalan yang lurus sebagai imbalan atas istiqomahnya kita berjalan di jalannya walaupun itu tidak semulus jalan yang lain.


"Tidak semua kenikmatan dibungkus dengan kenikmatan pula"

Posted on Minggu, Desember 16, 2012 by Agung Permana

No comments

Selasa, 04 Desember 2012

Pemandangan sunset di tempat baksos kulonprogo..

Posted on Selasa, Desember 04, 2012 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 01 Desember 2012

Ayo aku yang mana..??

Posted on Sabtu, Desember 01, 2012 by Agung Permana

No comments

kaliurang, lereng gunung merapi..

Posted on Sabtu, Desember 01, 2012 by Agung Permana

No comments

Kamis, 22 November 2012

An Ancient Temple of Prambanan..

Posted on Kamis, November 22, 2012 by Agung Permana

No comments


Liburan semester II..
Garut,, garut..

Posted on Kamis, November 22, 2012 by Agung Permana

No comments

Kamis, 15 November 2012

HIDUP..!! Hidup itu apa yah..?? terkadang kita semua bingung tentang apa yang kita lakukan sendiri, padahal sudah lama kita hidup, melakukannya, tapi tidak mengetahui apa itu hidup. Hm,, memang miris, jika kita tidak mengetahui hidup. padahal hidup hanyalah kiasan kata, atau bisa juga diungkapkan kalau hidup itu hanyalah untuk menjelaskan aspek-aspek dalam hidup itu sendiri. salah satu aspek itu adalah matematika.
Ya,, kehidupan dan takdir manusia itu seperti perhitungan matematika, yang terdiri dari bilangan real dan imajiner, terdiri dari bilangan variabel dan konstanta, dan masalah dalam kehidupan itu hanya simbol-simbol yang sebenarnya kita ketahui (+-x/).
Dalam kehidupan ada sebuah konstanta, dan sebuah variabel. Konstanta adalah sebuah hal yang tak berubah di semua aspek perhitungan matematika, apabila kita samakan dengan ketentuan yang maha kuasa bisa saja konstanta adalah Takdir. Dan teman tak terpisahkan dari konstanta adalah variabel, atau bisa dikiaskan sebagai pilihan. ya,, benar. hidup adalah pilihan, tapi walau bagaimanapun juga, pilihan dalam hidup tidak bisa merubah takdir, sama halnya konstanta tidak terpengaruh oleh variabel apapun dalam perhitungan matematika.
Hm,,, ngomong-ngomong soal pilihan, sebenarnya kita bisa memilih sebagai apa saja yang kita mau, nggak usah susah mikirin pilihan, sekarang pilihan itu sangat mudah. Kita menjadi seorang yang kaya, karena kita memilih untuk kaya. Akhirnya kita bekerja keras, supaya kita menjadi apa yang sudah kita pilih, yaitu kaya. kita mau jadi miskin pun juga sama. Hanya saja tidak ada usaha untuk menjadi yang kita usahakan.
mungkin nggak seseorang jadi pintar untuk orang yang notabenenya terbelakang, entah dari fisik, kecerdasan, atau apalah. yang pasti jika orang itu memilih untuk menjadi pintar, maka ia akan berusaha untuk mencapai pilihan itu. hehe,,, benerkan yang aku bilang.


"Tidak ada yang tidak mungkin, hanya saja tidak ada yang mudah."

-Albert Einstein-

****

Makanya, banyak iklan-iklan yang mengumbar bahwa hidup itu pilihan, ada yang menulis sponsor iklannya "life is a choise" atau "no choise no life" de-el-el.
itu semua membuktikan bahwa hidup itu sendiri adalah aspek atau sebuah kiasan kata untuk mendeskripsikan apa yang ada dalam hidup.
seperti halnya variabel, yang fleksibel dengan perhitungan manusia, yang membuat batasan dalam kehidupan itu sendiri adalah masalah, padahal masalah yang didapat dari kehidupan sudah jelas-jelas kita ketahui, seperti halnya permasalahan di matemetika tidak akan jau dari simbol penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), dan pembagian (/).
lalu dari mana datangnya masalah yang dihadapi orang-orang di kehidupannya, ada yang bilang galau lah, ada juga yang bilang Be-Te, badmood. padahal kita sudah mengetahui permasalahan itu.
Nah,, itulah hidup, dan permasalahan hidup. sama dengan matematika dengan permasalahan perhitungannya, terkadang seseorang melihat suatu soal matematika yang menurutnya susah, lalu ia tinggalkan begitu saja, dan akhirnya meninggalkan soal matematika itu. padahal setiap ada soal matematika pasti ada jawabannya. begitu juga masalah seseorang pasti ada jawabannya, yakin kalau yang maha kuasa tidak akan memberi masalah yang lebih dari kemampuan kita.
kalau begitu jadinya, mulailah mengubah pandangan hidup kita, sebenarnya orang-orang yang galau hanyalah orang yang tidak mau mengetahui masalahnya, tidak mau mempelajari masalahnya, dan orang-orang yang galau adalah orang yang paling menikmati masalahnya. karena ia bukannya menyelesaikan masalah, tetapi menikmatinya dan akhirnya ia akan bertambah masalah.
Mulailah dari sekarang, untuk berfikir setiap masalah pasti ada jawabannya, seperti permasalahan matematika pasti ada jawabannya.

Posted on Kamis, November 15, 2012 by Agung Permana

No comments

Kamis, 08 November 2012

hari ini, di depan jendelaku. butiran air mengalir seperti mutiara. indah, jernih, menyenangkan. tapi itu tak bisa membuat hatiku luruh dan bahagia. tetap saja aku merasa sedih. aku melihat orang senag bermain dengan benda bulat itu. ya,, itu bola. dulu itu adalah favoritku, tapi sekarang ketika aku melihatnya, hanya butiran seperti di jendela yang akan menghiasi wajahku. sebelum hari itu, ya.. sebelum hari itu..!!

****

Sabtu, 23 Oktober 2010
pagi ini aku sangat senang, aku bisa pergi berjalan-jalan setelah penat selama setengah semester aku bergelut dengan buku. aku dan teman-teman kampusku bisa pergi menghilangkan penat paska Ujian Tengah Semester ini. haha,, ini akan menjadi hari yang sangat menyenangkan. aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
kali ini aku dan teman-teman akan hiking ke merapi, disamping dekat. kami tidak akan membutuhkan ongkos banyak untuk pergi ke tempat hiking. disamping kami kuliah di UGM, kostan kami pun tidak ada yang jauh dari jalan kaliurang. tinggal lurus ke arah utara,, hm.. sampe deh.
sabtu ini akan menjadi sabtu yang panjang, karena hari ini adalah hari dimana kami akan hiking. aku sudah tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya nanti bila aku tidur bukan dalam skat-skat tembok, tapi dalam pendirian kain dari bahan parasut itu. betul sekali,, karena kami akan bermalam di tenda.
aku adalah bagian acara dengan berbagai acara yang sudah aku persiapkan untuk menghibur teman-temanku yang sama-sama merasakan penatnya UTS. niatnya aku ingin menjelajahi alam entah kemana. tapi ada dari satu temanku ingin mendaki sampai ke puncak gunung merapi. dia memang pendaki sejati, tapi apa daya. voting telah mengeksekusi keputusan teman-teman.

****

Minggu, 24 Oktober 2010
setelah eksekusi keputusan kami semua, kami siap-siap untuk pergi hiking ke puncak gunung merapi. hari ini tampak cerah, tapi aku tetap akan berhati-hati dan bersiap jika nanti akan turun hujan.
setelah berjam-jam kami mendaki, ternyata kami tidak menemukan jalan yang kami lalui tadi, aku sudah punya firasat kalau temanku ini tidak tahu jalan pulang alias nyasar bin tersesat..
bagaimana jika kita tidak balik esok hari, padahal kan besok udah mulai kuliah lagi. aku tidak mau ketinggalan satu mata kuliah pun. karena itu sangat berharga.
tak lama mentari pun mulai bersembunyi di balik katulistiwa, entah bagaimana aku kembali, kami kehilangan arah, mau tidak mau kami harus berkemah di tengah hutan gunung merapi. huft,, ini gara-gara voting yang nggak seimbang. padahal kalau saja semua mengikuti apa kataku tidak akan terjadi yang seperti ini.

****

Senin, 25 Oktober 2010
"dingin yang menusuk sampai ke nadi, dengan hiasan gelap, tanpa nyanian alam, hari yang menjadi seperti apa yang aku rasakan, menjadi seperti fajar kadzib yang mengecoh."

aku merasakan guncangan, sepertinya ada gempa bumi. aku membengunkan satu dari temanku, tetapi tak ada yang bangun. mungkin mereka cape. atau mereka kesal hingga tak mau dibangunkan. aku merasakan guncangan lebih keras, satu di antara temanku bangun. raut wajahnya cemas, tak jauh beda seperti raut wajahku.
fajar mulai menghilang, tapi aku tidak merasakan indahnya sunrise seperti kemarin dengan secangkir kopi hangat, tetapi dengan sebotol kecemasan. aku mencoba membangunkan teman-teman yang lain tapi hasilnya sama.
di kejauhan aku mendengar suara orang pedalaman teriak, suara itu makin menjadi, seperti orang yang ketakutan karena dikejar segerombolan binatang buas mengamuk.
"ERUPSI..!! ERUPSI..!!"
aku mendengar dengan lebih jelas, itu suara teriakan orang-orang pedalaman, aku sedikit bingung dengan apa yang terjadi, tapi sejenak aku sadar.. itu adalah peringatan gunung merapi..!!
aku membangunkan teman-temanku yang lain, dengan nafas agak tersenggal karena panik, akhirnya semua bangun, panik. dan memikirkan diri sendiri.

"Gelap, senyap, beku, hanya ada gelap di sekitarku, apakah ini adalah akhir dari semuanya. apakah aku di surga atau di neraka..??" tak ada satupun yang aku ingat kecuali orang yang berlarian menghampiri diriku yang tak sadar ada segerombol manusia panik.

****

aku tak bisa menahan air matuku, tidak untuk setiap kali aku mengingat kejadian itu, aku hanya bisa meratapi hidup deengan duduk di atas kursi dengan tongkat di samping kursi.
dulu itu adalah permainan kesukaanku sewaktu kecil, tapi sekarang aku hanya bisa melihatnya bergulir di tanah basah terhujani. dengan kaki yang seperti ini, aku tak bisa. kini aku hanya bisa melihat anak-anak kecil yang bermain di sana, sejenak aku merasa tenak melihat keceriaan yang terpancar dari wajahnya. padahal hari ini adalah hari yang tidak baik untuk bermain bola, tapi mengapa mereka senang.
apakah arti kesenangan yang terlukis di wajah polos mereka?? apakah mereka merasa kekurangan lalu berkecil hati?? mungkin tidak..
sejenak aku berfikir betapa bodohnya aku yang selalu sedih meratapi hidup, andai aku berfikir seperti polosnya anak-anak yang bermain di kala hujan seharusnya aku tersenyum sekarang, sebagaimana anak-anak kecil itu tersenyum di kala ada kekurangan saat bermain bola.


"Kecelakaan hanya memberikan penderitaan bagi orang yang meratapi hidupnya, padahal itu adalah sesuatu yang indah jika kita melihat berapa banyak orang yang mengalami kecelakaan tapi tidak bisa meratapi hidupnya."

Posted on Kamis, November 08, 2012 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 03 November 2012

Kenapa selalu ada sedih,
di setiap kisahnya selalu ada air mata.
Sebenarnya aku sudah muak melihat hasilnya,
karena aku bisa menebak,,
"Sama..!!!"

Seharusnya ini adalah kisah indah,
indah seperti seni.
Cantik seperti mutiara,
yang selalu kau buang dari pikatmu

Ya,, itu dia.
itu yang aku maksud, karena kau sebenarnya tahu.
itu dia,
yang biasa kau sebut "Cinta.."

Karena jika kau percaya,
Cinta adalah anugrah tuhan..
Seharusnya tidak ada sakit dalam cinta..

Posted on Sabtu, November 03, 2012 by Agung Permana

No comments

Kamis, 18 Oktober 2012

Tuhanku, hamba tidaklah pantas menjadi penghuni surgamu (firdaus)
Namun, hamba juga tidak kuat menahan panas api neraka.
Maka perkenankanlah hamba bertobat dan ampunilah dosa-dosa hamba.
Karena sesungguhnya engkaulah Pengampun dosa- dosa besar.



Dosa-dosaku seperti jumlah debu pasir dipantai

Maka terimalah taubatku
Wahai Pemilik Keagungan
Dan sisa umurku berkurang setiap hari
Dan dosa-dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya.

Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-Mu.


Posted on Kamis, Oktober 18, 2012 by Agung Permana

No comments

Minggu, 14 Oktober 2012

Ini kisah hidupku kawan, kisah hidup seorang pecundang! kisah seorang yang pernah melukai hati yang seharusnya tak kulukai hatinya...!! sampai aku mengerti kenapa aku lahir, sampai aku mengerti kenapa aku hidup.. Rasanya seperti aku harusnya tidak ada, namun ada yang selalu bilang hidup itu bukan seperti binatang, yang hanya mengerti nafsu duniawi.. hidup bukan seperti angin yang hanya bisa pergi walau ada masalah bahkan ialah masalah.. sampai aku mengerti kenapa aku lahir.. sampai aku mengerti kenapa aku hidup...

****

Pagi ini ribut sekali, lagi-lagi ada masalah yang dipermasalahkan. Apa?!?! kau bilang itu tak baik!! tapi aku bilang itu rutinitas keluarga ini. Kenapa aku lahir di keluarga ini, kenapa aku hidup di keluarga ini. Aku bosan berpura-pura menjadi anak baik. aku ingin pergi meninggalkan keluarga ini.
Yah,, begitulah keluarga ini..!! tidak tahu kenapa aku sering mengeluh, aku punya segalanya, ponselku bagus, aku punya kartu kreditku sendiri, motorku ala Rene Gade, tapi aku tidak punya hidup, aku seperti mayat hidup, aku seperti boneka yang mana orang tuaku adalah dalangnya. Punya segalanya bukanlah anugrah, tapi itu musibah.
Itu semua sebagian dari kisahku, belum lagi aku adalah anak laki-laki dari 2 adik perempuanku, ayahku pembisnis dengan aset mancapai 15% APBN negara ini. tapi aku tetap tidak merasa bangga. Aku harus mengikuti jejaknya. Ibuku layaknya ibu biasa, tapi jika kau telusuri ia aseorang ibu super sibuk, Ia pemimpin sekolah terkenal di Jakarta. mau tidak mau aku harus ikuti karir mereka berdua. padahal aku hanya anak 15 tahun yang harusnya anak seumuran diriku bisa bermain bebas layaknya teman-temanku.
Sampai aku pada batas marginalku, batas kekengkanganku yang selalu kupendam hingga pada suatu hari aku pergi dari rumah tanpa apapun.

****

sepanjang jalan aku selalu mengeluh atas sesuatu yang terjadi, bodohnya aku tak membawa apa-apa. padahal kalau aku bawa kartu atm aku bisa makan, tidak..!! kalau aku membawa kartu atm ayahku pasti tahu dimana aku berada, karena orang suruhan ayah sangat pintar, ia bisa melacak dari atm mana aku mengambil uang. atau seharusnya aku membawa motor, supaya aku tidak kelaparan, kalau aku bawa motor pasti polisi akan menindakku karena aku belum punya sim dan aku pasti dikembalikan kepada orang tuaku.
selalu ada keluhan di perjalananku, hingga akhirnya aku bertemu penjual bubur ayam. aku berdiri di sebrang jalan bertepatan dengan si penjual bubur, aku hendak memesan tapi apa daya aku tak punya uang. aku meremas perut laparku yang dari tadi malam belum terisi sesuatu untuk dimakan. hingga akhirnya si penjual memanggilku.
"Hai nak, apa kau ingin memesan bubur. Kemarilah!"
Aku menghampirinya, ia pun menanyakan hal yang sama seperti ia menyeruku saat aku di sebrang jalan "Apa kau ingin memesan bubur nak?"
"Tidak, maksud ku ya..!!" aku termenung sebentar lalu melanjutkan perkataanku "Tapi aku tidak punya uang"
"Duduklah!!" si penjual menyeruku.
"Tapi aku tidak punya uang."
"Tenang aku traktir." terulas senyum di wajah sang penjual.
aku tak mengerti padahal ia orang yang belum aku kenal tapi sudah sebaik ini, piikiranku bercabang, apa mungkin ia mau menculikku, tapi di sini terlalu ramai. atau meracuniku, hm,, tidak mungkin kalau bubur ini ada racunnya mungkin konsumen yang lain akan keracunan juga.
Tak lama kemudian ada seuara yang memecah pikiranku. "Makanlah!!" si penjual menaruh bubur ayam itu di bangkuku "Jangan khawatirkan bayarannya, ini gratis."
Aku masih tak bisa memakannya, otakku masih memikirkan segala yang terjadi bila aku makan, aku masih termenung dengan sendok yang belum ku angkat. tanpa sadar, aku mengeluarkan air mata, ibuku tidak pernah menyuruh aku makan, karena ia terlalu sibuk. hanya ada makanan yang bermacam-macam di meja dapur, tanpa ada makan malam bersama. ayahku tak pernah menanyaiku apakah aku sudah makan.
si penjual bubur merasa heran tangisku. "Kenapa kau nak? apa punya masalah? kenapa tidak dimakan?"
dengan polosnya aku menjawab. "Ibuku tak pernah menyuruhku untuk makan karena ia sibuk, begitu pula ayah. aku selalu makan sendiri tanpa makan malam bersama."
si penjual bubur menggelengkan kepala, menarik nafas panjang dan berkata "Nak, mungkin kau harus berfikir ke belakang, siapa yang membuatkan bubur saat kau masih kecil."
aku tersentak dengan perkataan si tukang bubur, tanpa sadar air mataku mengalir lebih deras, aku terisak. lalu aku lari dari tukang bubur itu tanpa menghabiskan bubur buatannya. si tukang bubur hanya bisa menggelengkan kepala dan mengelus dada melihat tingkah lakuku.
aku berlari secepat mungkin menuju rumah, aku tak bisa berfikir, apakah aku anak yang durhaka, aku kabur tanpa sebab pasti karena aku hanya memikirkan egoku, aku tak bisa membayangkan betapa marahnya ayahku selama dua hari ini aku menghilang. aku siap untuk murka ayah. tapi aku ingin berterima kasih juga dan meminta maaf untuk apa yang aku perbuat.

****

aku sudah di ujung blok rumahku, aku melihat dua mobil polisi parkir di depan pagar. aku masih berdiri di ujung rumah, aku tak mau pulang sekarang. aku tak mau diintrogasi polisi. tak lama polisi itu pun keluar masuk mobil lalu jalan ke arah yang berlawanan dari arahku.
aku mulai berjalan lagi ke arah rumah, pikiranku masih berkecamuk. tak lama aku sudah berada di depan pagar dengan tinggi 2 meter. tak ada penjaga di pos, mungkin disuruh ibuku untuk mencariku seperti biasa bila aku main dan pulang telat ke rumah. aku menyelonong masuk. aku melihat ayah berdiri dengan sekapan tangan di dadanya. mungkin ia marah. tapi air mukanya menunjukan ia sangat gelisah. ini sat yang sangat sulit. ayah tetap menjaga kewibawaannya walau ia sedang merasa kesusahan.
tak lama ibu keluar, ia langsung lari dan memelukku. "Apakah kau sudah makan nak??" aku sangat tersentak pertanyaan yang pertama kali di keluarkan ibuku. aku langsung memeluk erat dan meminta maaf kepada ibuku. itu adalah kata-kata yang jarang terucap. tak bisa berkata apa-apa. ayahpun menyuruh ku untuk masuk dan duduk bersama di meja makan. dua adikku sudah masih sekolah aku tak bisa melihat raut wajahnya. tak apalah tapi aku sungguh teharu dengan apa yang terjadi hari ini.

Posted on Minggu, Oktober 14, 2012 by Agung Permana

No comments

selalu setiap kau ada, kau selalu indah..
selalu setiap kau ada, kau selalu mempesona..

kau bagaikan kafein bagiku..
membuat jantungku berdetak lebih cepat..
membuatku tak bisa tidur..

kau adiktif penebar candu cinta..
membuat warasku luluh..
membuatku berada di mabuk asmara

selalu setiap kau ada, kau selalu indah..
selalu setiap kua ada, kau selalu mempesona..

Posted on Minggu, Oktober 14, 2012 by Agung Permana

No comments