Ya,, kehidupan dan takdir manusia itu seperti perhitungan matematika, yang terdiri dari bilangan real dan imajiner, terdiri dari bilangan variabel dan konstanta, dan masalah dalam kehidupan itu hanya simbol-simbol yang sebenarnya kita ketahui (+-x/).
Dalam kehidupan ada sebuah konstanta, dan sebuah variabel. Konstanta adalah sebuah hal yang tak berubah di semua aspek perhitungan matematika, apabila kita samakan dengan ketentuan yang maha kuasa bisa saja konstanta adalah Takdir. Dan teman tak terpisahkan dari konstanta adalah variabel, atau bisa dikiaskan sebagai pilihan. ya,, benar. hidup adalah pilihan, tapi walau bagaimanapun juga, pilihan dalam hidup tidak bisa merubah takdir, sama halnya konstanta tidak terpengaruh oleh variabel apapun dalam perhitungan matematika.
Hm,,, ngomong-ngomong soal pilihan, sebenarnya kita bisa memilih sebagai apa saja yang kita mau, nggak usah susah mikirin pilihan, sekarang pilihan itu sangat mudah. Kita menjadi seorang yang kaya, karena kita memilih untuk kaya. Akhirnya kita bekerja keras, supaya kita menjadi apa yang sudah kita pilih, yaitu kaya. kita mau jadi miskin pun juga sama. Hanya saja tidak ada usaha untuk menjadi yang kita usahakan.
mungkin nggak seseorang jadi pintar untuk orang yang notabenenya terbelakang, entah dari fisik, kecerdasan, atau apalah. yang pasti jika orang itu memilih untuk menjadi pintar, maka ia akan berusaha untuk mencapai pilihan itu. hehe,,, benerkan yang aku bilang.
"Tidak ada yang tidak mungkin, hanya saja tidak ada yang mudah."
-Albert Einstein-
****
Makanya, banyak iklan-iklan yang mengumbar bahwa hidup itu pilihan, ada yang menulis sponsor iklannya "life is a choise" atau "no choise no life" de-el-el.
itu semua membuktikan bahwa hidup itu sendiri adalah aspek atau sebuah kiasan kata untuk mendeskripsikan apa yang ada dalam hidup.
seperti halnya variabel, yang fleksibel dengan perhitungan manusia, yang membuat batasan dalam kehidupan itu sendiri adalah masalah, padahal masalah yang didapat dari kehidupan sudah jelas-jelas kita ketahui, seperti halnya permasalahan di matemetika tidak akan jau dari simbol penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), dan pembagian (/).
lalu dari mana datangnya masalah yang dihadapi orang-orang di kehidupannya, ada yang bilang galau lah, ada juga yang bilang Be-Te, badmood. padahal kita sudah mengetahui permasalahan itu.
Nah,, itulah hidup, dan permasalahan hidup. sama dengan matematika dengan permasalahan perhitungannya, terkadang seseorang melihat suatu soal matematika yang menurutnya susah, lalu ia tinggalkan begitu saja, dan akhirnya meninggalkan soal matematika itu. padahal setiap ada soal matematika pasti ada jawabannya. begitu juga masalah seseorang pasti ada jawabannya, yakin kalau yang maha kuasa tidak akan memberi masalah yang lebih dari kemampuan kita.
kalau begitu jadinya, mulailah mengubah pandangan hidup kita, sebenarnya orang-orang yang galau hanyalah orang yang tidak mau mengetahui masalahnya, tidak mau mempelajari masalahnya, dan orang-orang yang galau adalah orang yang paling menikmati masalahnya. karena ia bukannya menyelesaikan masalah, tetapi menikmatinya dan akhirnya ia akan bertambah masalah.
Mulailah dari sekarang, untuk berfikir setiap masalah pasti ada jawabannya, seperti permasalahan matematika pasti ada jawabannya.

0 komentar:
Posting Komentar