Kamis, 22 November 2012

An Ancient Temple of Prambanan..

Posted on Kamis, November 22, 2012 by Agung Permana

No comments


Liburan semester II..
Garut,, garut..

Posted on Kamis, November 22, 2012 by Agung Permana

No comments

Kamis, 15 November 2012

HIDUP..!! Hidup itu apa yah..?? terkadang kita semua bingung tentang apa yang kita lakukan sendiri, padahal sudah lama kita hidup, melakukannya, tapi tidak mengetahui apa itu hidup. Hm,, memang miris, jika kita tidak mengetahui hidup. padahal hidup hanyalah kiasan kata, atau bisa juga diungkapkan kalau hidup itu hanyalah untuk menjelaskan aspek-aspek dalam hidup itu sendiri. salah satu aspek itu adalah matematika.
Ya,, kehidupan dan takdir manusia itu seperti perhitungan matematika, yang terdiri dari bilangan real dan imajiner, terdiri dari bilangan variabel dan konstanta, dan masalah dalam kehidupan itu hanya simbol-simbol yang sebenarnya kita ketahui (+-x/).
Dalam kehidupan ada sebuah konstanta, dan sebuah variabel. Konstanta adalah sebuah hal yang tak berubah di semua aspek perhitungan matematika, apabila kita samakan dengan ketentuan yang maha kuasa bisa saja konstanta adalah Takdir. Dan teman tak terpisahkan dari konstanta adalah variabel, atau bisa dikiaskan sebagai pilihan. ya,, benar. hidup adalah pilihan, tapi walau bagaimanapun juga, pilihan dalam hidup tidak bisa merubah takdir, sama halnya konstanta tidak terpengaruh oleh variabel apapun dalam perhitungan matematika.
Hm,,, ngomong-ngomong soal pilihan, sebenarnya kita bisa memilih sebagai apa saja yang kita mau, nggak usah susah mikirin pilihan, sekarang pilihan itu sangat mudah. Kita menjadi seorang yang kaya, karena kita memilih untuk kaya. Akhirnya kita bekerja keras, supaya kita menjadi apa yang sudah kita pilih, yaitu kaya. kita mau jadi miskin pun juga sama. Hanya saja tidak ada usaha untuk menjadi yang kita usahakan.
mungkin nggak seseorang jadi pintar untuk orang yang notabenenya terbelakang, entah dari fisik, kecerdasan, atau apalah. yang pasti jika orang itu memilih untuk menjadi pintar, maka ia akan berusaha untuk mencapai pilihan itu. hehe,,, benerkan yang aku bilang.


"Tidak ada yang tidak mungkin, hanya saja tidak ada yang mudah."

-Albert Einstein-

****

Makanya, banyak iklan-iklan yang mengumbar bahwa hidup itu pilihan, ada yang menulis sponsor iklannya "life is a choise" atau "no choise no life" de-el-el.
itu semua membuktikan bahwa hidup itu sendiri adalah aspek atau sebuah kiasan kata untuk mendeskripsikan apa yang ada dalam hidup.
seperti halnya variabel, yang fleksibel dengan perhitungan manusia, yang membuat batasan dalam kehidupan itu sendiri adalah masalah, padahal masalah yang didapat dari kehidupan sudah jelas-jelas kita ketahui, seperti halnya permasalahan di matemetika tidak akan jau dari simbol penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), dan pembagian (/).
lalu dari mana datangnya masalah yang dihadapi orang-orang di kehidupannya, ada yang bilang galau lah, ada juga yang bilang Be-Te, badmood. padahal kita sudah mengetahui permasalahan itu.
Nah,, itulah hidup, dan permasalahan hidup. sama dengan matematika dengan permasalahan perhitungannya, terkadang seseorang melihat suatu soal matematika yang menurutnya susah, lalu ia tinggalkan begitu saja, dan akhirnya meninggalkan soal matematika itu. padahal setiap ada soal matematika pasti ada jawabannya. begitu juga masalah seseorang pasti ada jawabannya, yakin kalau yang maha kuasa tidak akan memberi masalah yang lebih dari kemampuan kita.
kalau begitu jadinya, mulailah mengubah pandangan hidup kita, sebenarnya orang-orang yang galau hanyalah orang yang tidak mau mengetahui masalahnya, tidak mau mempelajari masalahnya, dan orang-orang yang galau adalah orang yang paling menikmati masalahnya. karena ia bukannya menyelesaikan masalah, tetapi menikmatinya dan akhirnya ia akan bertambah masalah.
Mulailah dari sekarang, untuk berfikir setiap masalah pasti ada jawabannya, seperti permasalahan matematika pasti ada jawabannya.

Posted on Kamis, November 15, 2012 by Agung Permana

No comments

Kamis, 08 November 2012

hari ini, di depan jendelaku. butiran air mengalir seperti mutiara. indah, jernih, menyenangkan. tapi itu tak bisa membuat hatiku luruh dan bahagia. tetap saja aku merasa sedih. aku melihat orang senag bermain dengan benda bulat itu. ya,, itu bola. dulu itu adalah favoritku, tapi sekarang ketika aku melihatnya, hanya butiran seperti di jendela yang akan menghiasi wajahku. sebelum hari itu, ya.. sebelum hari itu..!!

****

Sabtu, 23 Oktober 2010
pagi ini aku sangat senang, aku bisa pergi berjalan-jalan setelah penat selama setengah semester aku bergelut dengan buku. aku dan teman-teman kampusku bisa pergi menghilangkan penat paska Ujian Tengah Semester ini. haha,, ini akan menjadi hari yang sangat menyenangkan. aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
kali ini aku dan teman-teman akan hiking ke merapi, disamping dekat. kami tidak akan membutuhkan ongkos banyak untuk pergi ke tempat hiking. disamping kami kuliah di UGM, kostan kami pun tidak ada yang jauh dari jalan kaliurang. tinggal lurus ke arah utara,, hm.. sampe deh.
sabtu ini akan menjadi sabtu yang panjang, karena hari ini adalah hari dimana kami akan hiking. aku sudah tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya nanti bila aku tidur bukan dalam skat-skat tembok, tapi dalam pendirian kain dari bahan parasut itu. betul sekali,, karena kami akan bermalam di tenda.
aku adalah bagian acara dengan berbagai acara yang sudah aku persiapkan untuk menghibur teman-temanku yang sama-sama merasakan penatnya UTS. niatnya aku ingin menjelajahi alam entah kemana. tapi ada dari satu temanku ingin mendaki sampai ke puncak gunung merapi. dia memang pendaki sejati, tapi apa daya. voting telah mengeksekusi keputusan teman-teman.

****

Minggu, 24 Oktober 2010
setelah eksekusi keputusan kami semua, kami siap-siap untuk pergi hiking ke puncak gunung merapi. hari ini tampak cerah, tapi aku tetap akan berhati-hati dan bersiap jika nanti akan turun hujan.
setelah berjam-jam kami mendaki, ternyata kami tidak menemukan jalan yang kami lalui tadi, aku sudah punya firasat kalau temanku ini tidak tahu jalan pulang alias nyasar bin tersesat..
bagaimana jika kita tidak balik esok hari, padahal kan besok udah mulai kuliah lagi. aku tidak mau ketinggalan satu mata kuliah pun. karena itu sangat berharga.
tak lama mentari pun mulai bersembunyi di balik katulistiwa, entah bagaimana aku kembali, kami kehilangan arah, mau tidak mau kami harus berkemah di tengah hutan gunung merapi. huft,, ini gara-gara voting yang nggak seimbang. padahal kalau saja semua mengikuti apa kataku tidak akan terjadi yang seperti ini.

****

Senin, 25 Oktober 2010
"dingin yang menusuk sampai ke nadi, dengan hiasan gelap, tanpa nyanian alam, hari yang menjadi seperti apa yang aku rasakan, menjadi seperti fajar kadzib yang mengecoh."

aku merasakan guncangan, sepertinya ada gempa bumi. aku membengunkan satu dari temanku, tetapi tak ada yang bangun. mungkin mereka cape. atau mereka kesal hingga tak mau dibangunkan. aku merasakan guncangan lebih keras, satu di antara temanku bangun. raut wajahnya cemas, tak jauh beda seperti raut wajahku.
fajar mulai menghilang, tapi aku tidak merasakan indahnya sunrise seperti kemarin dengan secangkir kopi hangat, tetapi dengan sebotol kecemasan. aku mencoba membangunkan teman-teman yang lain tapi hasilnya sama.
di kejauhan aku mendengar suara orang pedalaman teriak, suara itu makin menjadi, seperti orang yang ketakutan karena dikejar segerombolan binatang buas mengamuk.
"ERUPSI..!! ERUPSI..!!"
aku mendengar dengan lebih jelas, itu suara teriakan orang-orang pedalaman, aku sedikit bingung dengan apa yang terjadi, tapi sejenak aku sadar.. itu adalah peringatan gunung merapi..!!
aku membangunkan teman-temanku yang lain, dengan nafas agak tersenggal karena panik, akhirnya semua bangun, panik. dan memikirkan diri sendiri.

"Gelap, senyap, beku, hanya ada gelap di sekitarku, apakah ini adalah akhir dari semuanya. apakah aku di surga atau di neraka..??" tak ada satupun yang aku ingat kecuali orang yang berlarian menghampiri diriku yang tak sadar ada segerombol manusia panik.

****

aku tak bisa menahan air matuku, tidak untuk setiap kali aku mengingat kejadian itu, aku hanya bisa meratapi hidup deengan duduk di atas kursi dengan tongkat di samping kursi.
dulu itu adalah permainan kesukaanku sewaktu kecil, tapi sekarang aku hanya bisa melihatnya bergulir di tanah basah terhujani. dengan kaki yang seperti ini, aku tak bisa. kini aku hanya bisa melihat anak-anak kecil yang bermain di sana, sejenak aku merasa tenak melihat keceriaan yang terpancar dari wajahnya. padahal hari ini adalah hari yang tidak baik untuk bermain bola, tapi mengapa mereka senang.
apakah arti kesenangan yang terlukis di wajah polos mereka?? apakah mereka merasa kekurangan lalu berkecil hati?? mungkin tidak..
sejenak aku berfikir betapa bodohnya aku yang selalu sedih meratapi hidup, andai aku berfikir seperti polosnya anak-anak yang bermain di kala hujan seharusnya aku tersenyum sekarang, sebagaimana anak-anak kecil itu tersenyum di kala ada kekurangan saat bermain bola.


"Kecelakaan hanya memberikan penderitaan bagi orang yang meratapi hidupnya, padahal itu adalah sesuatu yang indah jika kita melihat berapa banyak orang yang mengalami kecelakaan tapi tidak bisa meratapi hidupnya."

Posted on Kamis, November 08, 2012 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 03 November 2012

Kenapa selalu ada sedih,
di setiap kisahnya selalu ada air mata.
Sebenarnya aku sudah muak melihat hasilnya,
karena aku bisa menebak,,
"Sama..!!!"

Seharusnya ini adalah kisah indah,
indah seperti seni.
Cantik seperti mutiara,
yang selalu kau buang dari pikatmu

Ya,, itu dia.
itu yang aku maksud, karena kau sebenarnya tahu.
itu dia,
yang biasa kau sebut "Cinta.."

Karena jika kau percaya,
Cinta adalah anugrah tuhan..
Seharusnya tidak ada sakit dalam cinta..

Posted on Sabtu, November 03, 2012 by Agung Permana

No comments