Kamis, 06 November 2014

Yeah, akhirnya aku bisa nulis lagi.. setelah 5 bulan yang lalu ada tragedi laptop hilang, akhirnya seminggu yang lalu ada paket kiriman, dan ternyata isinya laptop. hoho..
Hm, tapi mau nulis apa ya?!?! sebenarnnya ada draft cerpen yang belum selesai sampai sekarang, tapi cerita lanjutannya kayaknya udah lupa, ada juga cerita bersambung (cerbung) yang dibuat 6 bulan yang lalu, tapi mau lanjutin ceritanya juga udah lupa..
Tapi nggak apa-apa deh, yang penting bisa nulis lagi..

Posted on Kamis, November 06, 2014 by Agung Permana

No comments

احبك مثلما انت
احبك كيفما كنت
ومهما كان مهما صار
انت حبيبتى انتي

Posted on Kamis, November 06, 2014 by Agung Permana

No comments

Minggu, 08 Juni 2014

Ternyata nyari teman itu lebih susah daripada nyari musuh bro. Kalau nggak percaya tanya aja power rangers! musuhnya gonta-ganti mulu tapi temannya itu-itu aja..

Posted on Minggu, Juni 08, 2014 by Agung Permana

No comments

Minggu, 01 Juni 2014

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja

Posted on Minggu, Juni 01, 2014 by Agung Permana

No comments

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

Posted on Minggu, Juni 01, 2014 by Agung Permana

No comments

Jumat, 30 Mei 2014

Karena ia tercipta dari tulang rusuk lelaki, maka ia adalah kelemahan dari kelebihan lelaki dan kelebihan dari kelemahan lelaki..

Posted on Jumat, Mei 30, 2014 by Agung Permana

No comments

Jumat, 09 Mei 2014

Love encourages you to change..
Just see his change! the biggest change he made, the deepest love he has for you..
Don't judge him just because he has bad habit, see how he force him self to break his bad habit..
That's all because of you..

Posted on Jumat, Mei 09, 2014 by Agung Permana

No comments

Jumat, 02 Mei 2014

Darimu aku belajar...
"Cinta itu bukan hanya bahagia, Cinta itu sakit karena merindukanmu, Cinta itu sakit menunggumu, Cinta itu sakit ketika keberadaanmu jauh dari sisiku".
Namun darimu aku belajar...
"Cinta itu bukan hanya sakit, Cinta itu bahagia karenamu, Cinta itu bahagia telah mengenalmu, Cinta itu bahagia setiap kali tersenyum denganmu, tertawa denganmu, bahkan menangis sakit denganmu".
Darimu aku belajar kebodohanku.

Posted on Jumat, Mei 02, 2014 by Agung Permana

No comments

Kamis, 01 Mei 2014

Ingat lima perkara, sebelum lima perkara.

  • masa sehatmu sebelum datang sakit
  • masa mudamu sebelum datang masa tua
  • saat kayamu sebelum menjadi miskin
  • masa lapangmu sebelum masa sempitmu
  • masa hidupmu sebelum datang ajalmu
(Al-Hadits)

Posted on Kamis, Mei 01, 2014 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 12 April 2014

Apakah kamu tahu?
Saat kamu melempar batu ke telaga, permukaan itu akan beriak bergelombang..
Dan saat riakan gelombang di permukaan air sudah tenang kembali, ketahuilah bahwa batu itu masih tetap ada..
Masih ada di dasar telaga, sama seperti saat kamu lempar batu itu..

Posted on Sabtu, April 12, 2014 by Agung Permana

No comments

Selasa, 08 April 2014

Jika kesedihan adalah hujan dan mentari adalah kebahagiaannya maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi.. 

Posted on Selasa, April 08, 2014 by Agung Permana

No comments

Minggu, 30 Maret 2014

Bapak Kemana Mak?
Huhu.. suara tangisan seorang anak perempuan yang duduk melas di atas kubangan air, kemungkinan ia terjatuh, atau mungkin ia dijatuhkan oleh seseorang. Ya, sepertinya ia dijatuhkan seseorang, lihat saja ada seseorang anak laki-laki yang berdiri tegap dan angkuh sambil melipat tangannya, roman mukanya terlihat gembira, seakan-akan ia puas dengan apa yang ia lakukan. "Rasakan itu" cetus anak laki-laki di depannya.
Huhu.. anak perempuan itu masih menangis, menangis makin kencang, sekencang-kencangnya hingga menarik perhatian teman-teman di sekelilingnya lalu mereka menghampiri perempuan yang menangis itu, "Alif nakal! Alif nakal!" sorakan anak-anak yang menghampiri anak anak perempuan.
Ya, dia adalah Alif, teman-temannya menyebut ia si Alif nakal, ia tidak terganggu dengan julukan yang diberikan oleh teman-temannya, karena dalam benaknya "aku adalah aku dan apa yang aku lakukan, bukan apa yang mereka pikirkan". Alif terlahir di keluarga yang serba kekurangan, emak Alif bekerja sebagai buruh tani dan juga jongos di rumah-rumah tetangga, sedangkan bapak Alif, sampai sekarang ia tidak tahu kabarnya, emak Alif hanya memberitahu bahwa sang bapak sedang pergi bekerja, kelak ia akan pulang membawa uang dan sepeda seperti apa yang Alif pinta.

Akhir-akhir ini Alif sering membuat masalah dengan temannya, dan seringnya ia membuat teman sebayanya menangis karena ulahnya, padahal ia hanya ingin bermain dengan yang lainnya, sama seperti anak-anak yang lain, tapi mereka menjauhi Alif. Begitulah Alif, dan orang-orang memanggilnya si Alif nakal.
Alif masih berdiri angkuh di depan Dini yang menagis karena ulahnya, ternyata Dini dijatuhkan Alif hingga jatuh ke kubangan. Alif hanya ingin bermain dengan teman-teman yang lainnya, tetapi Dini menolak Alif untuk ikut bermain, ia beranggapan bahwa jika Alif ikut permainannya tidak akan asik lagi. Alif kesal dan mendorong Dini hingga jatuh ke kubangan air, ya.. begitulah kira-kita ceritanya kenapa Dini bisa menangis.
"Alif...!!"
Suara yang sudah tidak asing di telinga Alif, suara yang terdengar marah nan nyaring tepat di belakang telinganya, ia sadar siapa yang ada di belakangnya, Alif menoleh ke belakang dan.. yup, tepat sekali itu emak Alif yang terlihat sedang marah kepadanya, dijewerlah telinga Alif oleh emaknya.
"Pulang!!" teriak emaknya.
"Iya mak." sambil menahan rasa sakit dan panas di telinganya ia berjalan menuju rumah. Teman-teman yang melihat kejadian itu sentak menertawakan Alif yang digiring emaknya pulang sambil dijewer hingga masuk rumah.
****
"Alif! makan dulu"
"Iya mak"
Alif keluar kamarnya, telinganya masih panas bekas jeweran emak, raut mukanya masih terlihat kesal, kesal karena ia ditertawakan oleh teman-temannya tadi. Langsung saja Alif menuju dapur, mengambil makan di piring dan membawanya ke depan TV.
"Bapak kemana mak? kok nggak pulang-pulang." Ketusan Alif yang hampir tiap malam ini lah yang mengganggu emak, setiap kali Alif bertanya tentang bapaknya emak tidak bisa menahan emosi, dadanya mulai sesak, matanya mulai berkaca-kaca entah sampai kapan emak harus menunggu.
"Bapak lagi kerja lif, buat Alif sekolah. Makanya Alif harus belajar dengan sungguh-sungguh supaya bapak nggak kecewa." terbias senyum palsu di wajah emak, seperti menahan tangis hanya saja emak tidak ingin Alif kecewa. Emak adalah orang yang paling kuat.
"Iya mak." Alif melanjutkan makan.
"Jangan nakal juga!"
"Siapa yang nakal mak, tadi mau ikutan main. Tapi teman-teman nggak mau ngajak Alif main."
"Ya sudah, kalau tidak diajak bermain Alif bisa main sama teman yang lain kan?"
"Iya mak.."
****
"Anak-anak! ayo kumpulkan tugas kalian" seru bu guru.
Satu per satu anak-anak mengumpulkan tugasnya, tapi Alif belum juga maju untuk mengumpulkan tugas, raut wajahnya terlihat panik, ia menggeladah isi tasnya, tapi tidak juga ia temukan buku PRnya, sepertinya buku PRnya tertinggal di rumah.
"Alif segera kumpulkan PR kamu!"
"Buku saya hilang bu, Dini yang ngambil!" Alif menunjuk menyalahkan Dini yang duduk tetap di depannya
Sontak Dini menoleh dan menyangkal tuduhan Alif "bohong bu.."
"Yang benar kamu Alif.." suara bu guru terdengar geram.
"Ya bu!!"
Suasana kelas tiba-tiba berubah menjadi ramai, ada yang menyalahkan Alif, ada yang ngobrol dengan temannya, ada yang bercanda. Bisa kau bayangkan seperti apa kelas saat itu karena introgasi singkat bu guru.
"Diam..!!" gertak bu guru, suasana kelas tiba-tiba sunyi bahkan kau bisa mendengar suara jarum jatuh saat itu, "Alif, Dini.. kalian maju ke depan!!"
Mungkin itulah keputusan bijak bu guru, bu guru adalah orang yang sangat disiplin. Ia tidak suka keramaian dalam kelas.
****
TONG TONG TONG
Suara kentogan sekolah, itu adalah suara yang paling ditunggu, karena suara itu menandakan bahwa sekolah sudah usai. Pelajaran selesai, Alif lekas berdiri dari duduknya dan berlari keluar kelas, ya.. begitulah Alif, ia selalu ingin keluar kelas lebih dahulu dari teman-temannya. Roman wajah senang terlihat pada wajah Alif, karena ia keluar lebih dahulu dari teman-temannya. Ia berjalan gagah layaknya pemenang, merasakan angin kebebasan, seakan-akan keluar dari penjara.
Di tengah keramaian anak-anak keluar sekolah, terdengar suara seperti menyindir Alif. Sindiran yang tidak biasa, biasanya ia disebut si nakal dan ia tidak mempermasalahkan itu, tapi ini berbeda.
"Alif nakal nggak punya bapak" suara yang tidak asing, Dini.
"Aku punya bapak, bapak ku orang yang baik." Alif berbalik langsung menimpali.
"Semua orang tahu kamu nggak punya bapak."
Alif mendorong Dini, tidak terlalu kuat hingga Dini masih bisa berdiri. Alif berbalik dan langsung lari, berlari menuju rumah.
Alif bukan orang yang suka melarikan diri saat ia menjahili temannya, tapi ia berlari dengan pertanyaan yang tidak di ketahuinya, pertanyaan kepada ibunya.
****
Alif sampai di rumah, nafasnya masih terengah-engah. Dibukanya pintu depan rumah, lalu ia berlari ke dapur mencari emak.
"Emak!!"
"Ya, ada apa?" emak sedang memasak di dapur.
"Mak!! bapak kemana? teman Alif bilang semua orang tahu kalau Alif nggak punya bapak."
Emak tertegun mendengar pertanyaan Alif, tanpa sadar air mata emak mengalir tak kuasa menahan sedih, entah alasan apa lagi yang harus emak buat untuk menutupi ketidaktahuan Alif.
"Bapak kemana mak?"
"Bapak kemana?"

BERSAMBUNG...

Posted on Minggu, Maret 30, 2014 by Agung Permana

No comments

Kamis, 06 Maret 2014

Untuk kamu yang selalu ada di hatiku..
Untuk sebuah nama yang sudah aku tanam di dalam hatiku..
Kamu akan selalu ada di situ..

Akan selalu ku siram benih itu..
Akan selalu ku jaga mekarnya..
Bahkan jika saatnya panen, tak akan aku petik..
Hingga akhirnya mekar itu yang melapuk dimakan waktu..

Sungguh..
Aku sangatlah menyesal ketika aku bangun di pagi hari yang indah,
cuaca yang cerah dengan mentari yang hangat..
Jika aku bertemu kamu di malam mimpiku..
Sungguh..

Karena aku tahu bahwa aku tidak yakin bisa melihatmu di sadarku..

Posted on Kamis, Maret 06, 2014 by Agung Permana

No comments

Kamis, 23 Januari 2014

Apakah benar tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan.. 

Posted on Kamis, Januari 23, 2014 by Agung Permana

No comments

Jumat, 17 Januari 2014



14 Januari 2014, sore hari di parangtritis menunggu senja bersama teman-teman.

Posted on Jumat, Januari 17, 2014 by Agung Permana

No comments

Minggu, 05 Januari 2014

Be proud of yourself. There's just one you in this world. Don't duplicate someone else. Because you are amazing.
My friend (Nia Imania)

Posted on Minggu, Januari 05, 2014 by Agung Permana

No comments

Jumat, 03 Januari 2014

Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian.
“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.
Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram.
“Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor kupu-kupu. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata si kakek. Meski merasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang bermekaran serta kupu-kupu yang beterbangan di sana.
Dari kejauhan di kakek melihat si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya. Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rerumputan, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya.
Si kakek mendekat dan menghentikan si pemuda. ”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?”
Si kakek dengan tegas dan melanjutkan, ”Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisik kupu-kupu itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu.
Demikian pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu mengerti?”
Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tampak senang. ”Terima kasih pak Tua. Sungguh pelajaran yang sangat berharga. Aku akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..”
Kakek itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya. 
Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Tetapi sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya tidak kemana-mana tetapi justru ada di mana-mana. Kebahagiaan bisa hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan tentunya setiap hati yang selalu mensyukuri.

****
Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri
Catatan dari Mbak Narni --> https://www.facebook.com/asih.narni

Posted on Jumat, Januari 03, 2014 by Agung Permana

No comments