Kamis, 26 Desember 2013

Yeah.. I am rotten at my kost room, doing nothing along of day off. Really want to go home..

Posted on Kamis, Desember 26, 2013 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 21 Desember 2013






Posted on Sabtu, Desember 21, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 15 Desember 2013

Angin, ya ini angin. Aku hampir bisa mencium wangi padang rumput yang berhembus tertiup angin. Rambutku memberontak tak beraturan karena hembusan angin yang begitu kencang, suara bising baling-baling si besi terbang sedikit mengganggu, tapi tidak merubah kenyamananku yang sedang menikmati angin di padang rumput ini. Sungguh indah.
Aku sedikit gugup, ini pertama kalinya aku melakukan penerbangan dengan helikopter. Tidak ingin melupakan momen pertama ini, aku sudah siap-siap membawa segala hal yang bisa menjadikan itu sebagai saksi bisu dan kenangan. Aku sudah menyiapkan kamera digital mini yang aku beli sendiri dengan uang saku ku, alih-alih saja aku dapat mengambil gambar unik nantinya.
Melayang, terbang si besi perkasa ini mulai terbang, hatiku berdegup semakin kencang, ini saatnya angin yang berhembus karena putaran baling-baling semakin tidak terasa, dan si besi perkasa semakin tinggi membumbung ke udara bersama dengan hatiku yang sedang membumbung hingga aku tak bisa di ungkapkan lagi kekaguman penerbanganku yang pertama ini. Bergegas aku menyiapkan kamera digital ku dan melihat-lihat ke sekitar untuk membuat saksi bisu untuk masa depanku kelak bahwa aku pernah benar-benar merasakan ada di udara. Terbang.. 
****
Gelap, tiba-tiba saja aku tersadar dalam gelap, perlahan aku membuka mata aku tidak mengenali tempat aku berpijak sekarang, aku merasakan sakit, ya.. itu sakit entah dari mana datangnya rasa sakit itu, aku menggerakkan tanganku yang agak kaku dengan sepenuh kuasa yang tersisa yang masih aku miliki, meraba paha ku yang terasa sakit, ohh.. ternyata itu benar-benar luka dan sakit, aku tersadar karena aku melihat darah mengecap pada telapak tanganku saat aku angkat tangan yang aku pakai untuk meraba tubuhku yang sakit ini.
"Dimana aku?" aku melihat ke sekitar, ini seperti hutan belantara yang tidak sama sekali aku kenal, "Oh, kepalaku sakit" aku hampir tidak ingat apa yang terjadi kepadaku, aku hanya mengingat bahwa ada masalah saat penerbangan helikopter yang aku tumpangi, helikopter itu hilang kendali dan tiba-tiba aku tersadar dalam keadaan yang seperti ini.
Aku berusaha bangkit dengan sekuat tenaga yang aku berharap mendapat bantuan dari orang sekitar sini, aku berjalan terhuyung-huyung seperti orang yang kehilangan kesadaran, dengan tertatih aku terus berjalan mengikuti jalan yang sedang aku lalui ini.
Beruntung, di ujung jalan aku menemukan jalan raya, dengan semangat tanpa memikirkan rasa sakit yang aku alami aku berjalan menuju tepian jalan raya itu, berharap ada orang yang akan melihatku iba dan mempersilahkan aku menumpang dan menuju kota terdekat.
Ahh.. itu suara mobil, aku sudah berdiri di tepian jalan sudah siap menunggu dan semoga ada orang yang berbaik hati dan mempersilahkan aku masuk mobil dan memberikan aku tumpangan. Mobil itu mendekat, aku bisa melihat jelas wajah sang pengemudi, sepertinya ia orang yang ramah dan semoga aku diizinkan ikut bersamanya.
Mobil itu semakin dekat, tapi bukannya iba sang pengemudi langsung tancap gas dan mengemudikan mobilnya dengan cepat saat mobil mendekatiku, aku melihat paras wajah pengemudi itu seperti ketakutan, entah apa yang membuatnya takut tapi aku yakin itu bukan aku. Agak kecewa memang, tapi aku tetap ingin menunggu.
SREK.. SREK..
Aku mendengar suara besi yang terseret di jalan raya dan itu tepat di belakangku. Aku merasa ada ancaman yang sedang mengintai, aku melihat ke belakang dan ternyata itu benar-benar ancaman. Aku melihat makhluk dengan jubah serba hitam dan memegang sabit besar, sabit itu sangat besar hingga saat ia berjalan ia harus menyeret-nyeret di tanah.
Aku sedikit terpaku seakan-akan aku tidak bisa bergerak, padahal aku berdiri dengan kaki yang bergetar sangat ketakutan, makhluk itu berpostur tinggi mungkin 2 meter dan ia tepat di hadapanku sekarang, ia menundukan sedikit badannya dan tangannya berusaha menggapai tubuhku yang kecil.
Tanpa pikir panjang aku berbalik badan dan berusaha lari dari jangkauannya, makhluk itu masih berdiri di tempatnya, dengan tertatih aku terus berlari menuju hutan kembali berusaha menjauh darinya. Sejenak makhluk itu melihatku lalu ia berjalan menuju arahku, aku merasakan aura kebencian yang tersirat dari sifatnya yang tenang. Walaupun aku melihat wajahnya yang datar tapi aku tetap merasa takut yang benar-benar mengancam.
Aku tetap berjalan dengan sekuat tenaga, berusaha menjauh darinya mengacuhkan rasa sakit yang aku alami. Ia tetap mengejarku tapi ia tetap tenang dan tidak memberikan ekspresi apapun itu, dengan begitu aku masih bisa berjalan lebih cepat dan mencari tempat persembunyian untuk menghindarinya.
Beberapa lama, aku tidak mendeteksi keberadaan si makhluk serba hitam itu, mungkin ia sudah menyerah dengan aku dan membiarkan keberadaanku. Sejenak aku menangis, aku meratapi pengalaman yang aku kira akan menjadi pengalaman yang paling tak bisa terlupakan dengan menaiki helikopter kini menjadi bencana.
Malam semakin larut, aku masih tersengguk dengan tangisku, aku masih tidak percaya kenapa bisa terjadi seperti ini. Di tengah renunganku aku melihat seorang laki-laki yang sudah tua membawa obor, dia melihatku dan sepertinya ia mengisaratkan kepadaku supaya aku mengikutinya. Aku berharap kakek ini akan berbaik hati dan mengizinkan aku menginap di rumahnya.
Tanpa melihat keadaanku yang susah untuk bergerak apalagi berjalan kakek itu mulai melanjutkan perjalanannya dan meninggalkanku, aku mengikutinya walau aku tertatih, kakek itu masih tetap berjalan dan aku masih tetap mengikutinya.
"Hei kek, bisakah kakek memperlambat jalan kakek, aku mengalami kesulitan untuk berjalan" kakek tetap berjalan tanpa menghiraukan permohonanku. Aku menghela nafas panjang, sepertinya sedikit kesal tapi tidak seperti orang-orang yang aku temui sebelumnya, mereka sangat aneh.

Pada akhirnya si kakek berhenti mungkin ia ingin menungguku, aku sangat gembira ternyata kakek ini sangat perhatian juga. Aku ingin sekali berterima kasih kepadanya karena sudah berhenti dan menungguku, aku berniat untuk menuturkan kata terima kasih saat aku sudah sudah dekat dengan.
"Kita sudah sampai" baru saja aku ingin berterima kasih tapi kakek itu sudah menyatakan perkataan dan membuat aku bingung.
"Tapi kita masih di hutan kek", aku masih bingung sebenarnya kakek ini ingin mengantarkan aku kemana, tiba-tiba kakek menggerakan tangannya dan menunjuka kepada sesuatu, ia menunjuk kepada kamera digital. Oh ya, itu kamera digital ku dengan segera aku mengambilnya.
Tapi saat aku ingin mengambilnya tiba-tiba aku terpaku, aku tak berdaya, kakiku terasa lemah dan sepertinya aku tidak punya kuasa lagi untuk berdiri, tiba-tiba aku terjatuh dengan bertopang lutut. Tiba-tiba air mataku menetes, aku melihat tubuh manusia yang terbujur kaku di tempat aku menemukan kamera digitalku, itu tubuhku..
"Sebenarnya aku siapa" aku masih tak kuasa dan tak percaya.
"Kau adalah dia", ujar kakek sambil menunjuk ke jasad yang terbujur kaku itu "Sadarlah!!"

Posted on Minggu, Desember 15, 2013 by Agung Permana

No comments

Kamis, 05 Desember 2013

I've already become half blind, I can only see the world in black and white..

Posted on Kamis, Desember 05, 2013 by Agung Permana

No comments