Selasa, 19 Maret 2013

"Tahukah kamu? Jarak dan perpisahanlah yang mendewasakan kita akan rindu. Betapa kehilangan itu menyakitkan dan mengajarkan berbagai kebaikan. Perbedaan-perbedaan diantara kita menjadi Sebuah Kebersamaan. Dan itulah momen kita paling terindah."
"Berapa banyak pun satuan jarak sebagai pemisah, cinta akan menemukan jalan untuk pulang".


http://momenkita.tumblr.com/

Posted on Selasa, Maret 19, 2013 by Agung Permana

No comments

Senin, 11 Maret 2013

Suatu ketika, aku berjalan di tempat yang entah dimana.. Tak sengaja aku melewati penjual bunga, lalu ia menawarkan bunga kepadaku dengan nada yang agak angkuh. "Hey, pemuda..!! apakah kau ingin membeli bunga (morning glory) ini. Ini adalah bunga yang paling indah". Sejenak aku berfikir, ada bunga yang paling indah dari bunga ini. Yaitu senyummu

Posted on Senin, Maret 11, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 10 Maret 2013

sebagian orang ada yang menyia-nyiakan orang yang menyayanginya,, sebagian orang ada yang menyia-nyiakan rasa sayangnya.. sebagian lagi ada yang rasa sayangnya disia-siakan orang..

Posted on Minggu, Maret 10, 2013 by Agung Permana

No comments

Selasa, 05 Maret 2013


Tip Menulis 3: Sudut Pandang 'Aku' atau 'Dia'
oleh Isa Alamsyah


Ketika menulis cerpen atau novel ada dua sudut pandang (point of view) yang paling lazim digunakan.
Pertama -aku (aku-an) atau -dia (dia-an = dia bisa juga nama)
Misalnya.
Aku berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya (Sudut pandang aku-an).
Lelaki itu berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya.(Sudut pandang dia-an).
Ryan berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya.(Sudut pandang dia-an).

Apa bedanya?Sama saja itu pilihan, tapi penggunaannya berbeda.
Ketika kita pakai aku-an maka imajinasi pengarang terbatas oleh keterbatasan aku.

Misalnya.
Kalimat 1
Aku berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya. Sudah ketiga kali gadis itu mengkhianati aku. Bahkan sebenarnya lebih dari itu, hanya saja aku tidak tahu.
Kalimat 2
Ryan berjanji tidak akan pernah mau bertemu lagi dengannya. Sudah ketiga kali gadis itu mengkhianati Ryan. Bahkan sebenarnya lebih dari itu, hanya saja Ryan tidak tahu.

Pada kalimat 1 ada pelanggaran sudut pandang. Kalimat ---Bahkan sebenarnya lebih dari itu, hanya saja aku tidak tahu--- ini tidak bisa dipakai karena tidak ada info darimana si aku tahu kalau lebih dari tiga kali. Informasinya bernilai 100% akurat padahal si aku tidak tahu. Aneh.
Pada kalimat 2 itu mungkin. ---Bahkan sebenarnya lebih dari itu, hanya saja Ryan tidak tahu --- karena kalimat itu adalah sudut pandang penulis (yang bertindak sebagai tuhan atas cerita). Jadi penulis tahu semuanya tidak ada batasannya.
Narasi itu jadi milik penulis bukan milik Ryan.

Ketika kita pakai dia-an, kita bisa baca pikiran hati semua orang yang ada dalam kisah, sedangkan kalau pakai aku kita hanya tahu suara hati sendiri.

Dengan segala keterbatasannya, kenapa banyak penulis pakai aku?Karena aku membuat pembaca seperti berperan dalam cerita.

Intinya dua-duanya bisa dipakai ada kelebihan dan kekurangan.
Tinggal bagaimana kita bisa memakainya. 

Posted on Selasa, Maret 05, 2013 by Agung Permana

No comments

Minggu, 03 Maret 2013

Hm,, hujan-hujan gini, memang enaknya blogging.. hoho.. Tapi bingung juga mau nulis apa..?!?! sebenarnya ini gara-gara dari tadi maen game nggak pernah menang. Mau ngelanjutin maen, takut kalah lagi. Mau baca komik Conan, masih be-te gara-gara maen game. Trus mau baca novel, bosen juga karena nggak punya novel baru. Akhirnya, yah.. gini nih. Nyampah di Blog sendiri..

Posted on Minggu, Maret 03, 2013 by Agung Permana

No comments

Sabtu, 02 Maret 2013

Aku masih melihat ukiran sakit dalam hatiku sebagai seni yang indah..

Posted on Sabtu, Maret 02, 2013 by Agung Permana

No comments